Momen-momen Terpenting dalam 37 Tahun Manusia Memerangi HIV/AIDS

Kompas.com - 01/12/2018, 17:07 WIB
Ilustrasi HIV/AIDS masih memiliki harapan untuk tetap sehat. FreepikIlustrasi HIV/AIDS masih memiliki harapan untuk tetap sehat.

KOMPAS.com – Sudah 37 tahun berlalu sejak kasus pertama HIV/AIDS pada manusia ditemukan. Apa yang berawal sebagai ketakutan akan sebuah virus misterius, penyakit dan kematian kini telah berubah berkat berbagai kemajuan sains. Penemuan obat antiretroviral, misalnya, membuat orang-orang dengan HIV kini bisa hidup panjang dan sehat.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (1/12/2018) dan Avert; berikut adalah momen-momen terpenting dalam perang kita melawan HIV/AIDS.

Sebelum 1980-an

HIV, virus yang menyebabkan AIDS, dipercaya pindah dari simpanse ke manusia di Republik Demokrasi Kongo pada tahun 1920-an.

Hingga tahun 1980-an, tidak diketahui dengan jelas berapa banyak orang yang telah terinfeksi HIV karena transmisinya tidak menunjukkan gejala apa pun. Akan tetapi, HIV dipercaya telah menyebar ke lima benua dan menginfeksi 100.000-300.000 orang.

1981

Kasus-kasus awal HIV yang pada saat itu hanya diketahui sebagai kekurangan imunitas serius dilaporkan di antara kaum gay Amerika Serikat. Pada akhir tahun tersebut, kondisi serupa juga ditemukan pada orang-orang yang menggunakan narkoba jarum suntik.

Baca juga: Seabad Jadi Momok Dunia, Ahli Temukan Akar Penyebaran HIV

1982

Penyakit ini juga ditemukan di Eropa dan Haiti.

Pada tahun yang sama, Centers for Disease Control and Prevention mulai menggunakan istilah AIDS (acquired immune deficiency syndrome) untuk mendeskripsikan penyakit ini.

1983

Untuk kali pertama, AIDS dideteksi pada pasangan perempuan dari laki-laki dengan HIV/AIDS. Hal ini membuktikan bahwa penyakit ini juga bisa menular melalui hubungan seks heteroseksual.

Penemuan AIDS pada anak-anak juga menunjukkan bahwa penyakit ini bisa ditularkan dari ibu ke anak sebelum, selama, dan sesaat sesudah mereka dilahirkan.

Menanggapi epidemi ini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengadakan rapat pertama mereka untuk menyelidiki situasi AIDS global dan memulai pengawasan internasional.

Baca juga: HIV/AIDS Bukan Akhir dari Segalanya, Tesa Sudah Membuktikannya

1986

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Reuters

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menjelajahi Waktu ala Lorong Waktu, Mungkinkah Dilakukan oleh Manusia?

Menjelajahi Waktu ala Lorong Waktu, Mungkinkah Dilakukan oleh Manusia?

Prof Cilik
Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Kita
[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

Oh Begitu
Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Fenomena
Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Fenomena
Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Oh Begitu
Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Fenomena
CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

Fenomena
Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Fenomena
Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Fenomena
239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

Kita
Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Oh Begitu
Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Oh Begitu
Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X