Kompas.com - 23/11/2018, 19:35 WIB

KOMPAS.com – Sejumlah arkeolog menemukan lukisan erotis peninggalan Romawi di reruntuhan kota kuno Pompeii, Italia.

Lukisan tersebut menggambarkan kisah yang sudah tersohor bagi masyarakat Romawi dan Yunani tentang Ratu Sparta Leda dan Angsa.

Lukisan bergaya fresko yang ditemukan menggambarkan Leda yang merupakan istri Raja Sparta Tyndareus sedang digoda oleh seekor angsa. Sebenarnya, angsa tersebut adalah jelmaan dewa Zeus yang jika dalam perpektif Romawi merupakan dewa Jupiter. Di malam yang sama, Leda juga berhubungan badan dengan suaminya sendiri.

Hasil dari hubungan cinta antara Leda dan angsa sekaligus suaminya sendiri menghasilkan dua telur, yang kemudian menetas menjadi sosok Helen, Clytemnestra dan si kembar Castor dan Pollux.

Baca juga: Rangka Manusia Ketiban Batu Ungkap Jejak Letusan Vesuvius di Pompeii

Massimo Osanna, direktur arkeologi dari Pompeii berkata bahwa lukisan erotis yang menunjukkan Leda disetubuhi oleh angsa merupakan motif umum yang ditemukan di rumah-rumah di Pompeii sebelum dihancurkan oleh abu vulkanik dan puing-puing Vesuvius.

Sejumlah arkeolog menemukan lukisan erotis peninggalan Romawi di reruntuhan kota kuno Pompeii, Italia. Lukisan tersebut menggambarkan kisah yang sudah tersohor bagi masyarakat Romawi dan Yunani yaitu tentang kisah erotis Ratu Sparta, Leda dan Angsa.Pompeii Sites Sejumlah arkeolog menemukan lukisan erotis peninggalan Romawi di reruntuhan kota kuno Pompeii, Italia. Lukisan tersebut menggambarkan kisah yang sudah tersohor bagi masyarakat Romawi dan Yunani yaitu tentang kisah erotis Ratu Sparta, Leda dan Angsa.

Namun, temuan ini lain dari pada temuan-temuan sebelumnya. Osanna berpendapat bahwa penggambaran Leda yang melihat keluar dari lukisan seakan memandang kita sebagai pengamatnya.

Selain itu, jarang sekali Leda dilukiskan secara eksplisit sedang duduk dan melakukan hubungan seksual dengan angsa seperti temuan ini. Biasanya, Leda digambarkan dalam keadaan berdiri dan tidak terlihat melakukan hubungan seks dengan angsa.

"Leda menatap penonton dengan sensualitas yang benar-benar diucapkan," ujar Osanna seperti yang dilansir dari News Week pada Senin (19/11/2018).

Baca juga: Temuan Kuda Beku Ungkap Kehidupan di Pompeii 2.000 Tahun Silam

Menurut arkeolog lain, temuan lukisan ini kemungkinan terinspirasi oleh patung Leda yang dibuat oleh pematung Yunani, Timotheus, pada abad keempat sebelum masehi. Patung yang dimaksud memang membentuk tubuh Leda yang berdiri sambil memegang angsa yang berada di sekitar pinggulnya.

Melansir dari BBC, lukisan ini kemungkinan adalah hiasan di ruangan kamar tidur milik seseorang yang kaya raya yang tinggal di dekat pusat kota kuno Pompeii. Para arkeolog juga menemukan lukisan lain tentang Priapus dewa kesuburan di rumah lain yang berdekatan.

Kisah Leda dan Angsa telah menginspirasi dan menjadi daya tarik luar biasa bagi para seniman Renaisans di Italia pada abad ke-16. Kisah ini menginspirasi karya-karya seniman besar, seperti Leonardo da Vinci, Michelangelo dan Tintoretto.

Tidak hanya dalam bidang seni lukis, kisah Leda dan angsa juga menjadi inspirasi akan puisi dengan judul yang sama karya William Butler Yeats yang merupakan sosok penyair yang paling berpengaruh di abad 20.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Manfaat Rambutan untuk Kesehatan Jantung?

Apa Manfaat Rambutan untuk Kesehatan Jantung?

Oh Begitu
Susu Mana yang Paling Baik untuk Lingkungan?

Susu Mana yang Paling Baik untuk Lingkungan?

Oh Begitu
Jenis-jenis Kelainan Darah dan Penyebabnya

Jenis-jenis Kelainan Darah dan Penyebabnya

Kita
Spesies Baru Kungkang Berkepala Mirip Kelapa Sempat Dikira Tidak Ada

Spesies Baru Kungkang Berkepala Mirip Kelapa Sempat Dikira Tidak Ada

Oh Begitu
Bagaimana Cara Semut Merayap di Dinding dan Melawan Gravitasi?

Bagaimana Cara Semut Merayap di Dinding dan Melawan Gravitasi?

Prof Cilik
Sama-sama Hitam dan Putih, Apa Bedanya Puffin dengan Penguin?

Sama-sama Hitam dan Putih, Apa Bedanya Puffin dengan Penguin?

Oh Begitu
Apa Warna Bulan yang Sebenarnya?

Apa Warna Bulan yang Sebenarnya?

Oh Begitu
Kenapa Hiu Takut terhadap Lumba-lumba?

Kenapa Hiu Takut terhadap Lumba-lumba?

Oh Begitu
Spesies Baru Kungkang Ditemukan, Kepalanya Mirip Kelapa Dikupas

Spesies Baru Kungkang Ditemukan, Kepalanya Mirip Kelapa Dikupas

Oh Begitu
Apa Manfaat Kupu-kupu dalam Ekosistem?

Apa Manfaat Kupu-kupu dalam Ekosistem?

Oh Begitu
Burung Pengicau Berwarna Mencolok Berisiko Punah Lebih Cepat

Burung Pengicau Berwarna Mencolok Berisiko Punah Lebih Cepat

Oh Begitu
Jumlah Darah dalam Tubuh Manusia

Jumlah Darah dalam Tubuh Manusia

Kita
5 Objek Paling Terang di Tata Surya

5 Objek Paling Terang di Tata Surya

Oh Begitu
Orang Suku Maya Kuno Makan Cokelat, Tidak Hanya untuk Persembahan Dewa

Orang Suku Maya Kuno Makan Cokelat, Tidak Hanya untuk Persembahan Dewa

Fenomena
Trenggiling Makan Apa?

Trenggiling Makan Apa?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.