Kompas.com - 22/11/2018, 22:24 WIB
. SHUTTERSTOCK.

KOMPAS.com - Penemuan bangkai paus sperma di Wakatobi dengan perut penuh dengan sampah plasti menarik perhatian dunia. Salah satu sampah yang menjadi sorotan adalah sandal jepit.

Sandal jepit sendiri merupakan salah satu benda paling mudah ditemui di berbagai belahan bumi, selain plastik. Benda ini memiliki harga murah dan sederhana penggunaannya.

Sayangnya, karena hal inilah, sandal jepit sering kali mudah juga dibuang. Akibatnya, sandal jepit bekas kerap kali ikut mencemari lautan.

Salah satu dampak yang bisa kita saksikan adalah kematian paus sperma di Wakatobi. Di lain tempat, Bali misalnya, sampah sandal jepit menghiasi berbagai pantai.

Ini memunculkan ide dari seorang seniman Jerman untuk membuat instalasi dari sampah sandal bekas yang dikumpulkan dari beberapa pantai di Bali.

Baca juga: Penemuan yang Mengubah Dunia: Sedotan, Dulu Terbuat dari Emas

Bertajuk "5000 lost soles", Lina Klauss menyulap sandal-sandal bekas tersebut menjadi karya yang indah dan dipamerkan hingga akhir 2018.

Meski juga terkait dengan masalah lingkungan, sandal jepit nyatanya mampu diterima oleh orang di seluruh belahan bumi.

Ternyata, jenis sandal ini berasal sejak zaman Mesir Kuno pada tahun 4000 sebelum masehi (SM). Alas kaki ini telah muncul pada berbagai mural yang digambarkan dengan desain bertahtakan permata yang digunakan oleh Firaun.

Sedangkan artefak sandal jepit hingga kini masih dipamerkan di British Museum. Sandal tertua yang ditemukan itu berasal dari tahun 1500 SM.

Sandal yang dipamerkan tersebut terbuat dari papirus. Pada perkembangannya, bahan yang digunakan oleh orang Mesir Kuno berubah menjadi menjadi daun palem.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Lebaran Waspada Hujan Lebat Dampak Cuaca Ekstrem, Ini Daftar Wilayahnya

Libur Lebaran Waspada Hujan Lebat Dampak Cuaca Ekstrem, Ini Daftar Wilayahnya

Fenomena
Penyebab Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Anda Waspadai

Penyebab Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Anda Waspadai

Kita
4 Makanan yang Harus Dihindari Saat Idul Fitri, demi Cegah Penyakit dan Kenaikan Berat Badan

4 Makanan yang Harus Dihindari Saat Idul Fitri, demi Cegah Penyakit dan Kenaikan Berat Badan

Oh Begitu
Dokter India Peringatkan Bahaya Mandi Kotoran Sapi untuk Cegah Corona

Dokter India Peringatkan Bahaya Mandi Kotoran Sapi untuk Cegah Corona

Kita
Covid-19 di India Membuat Banyak Jenazah Penuhi Tepi Sungai Gangga

Covid-19 di India Membuat Banyak Jenazah Penuhi Tepi Sungai Gangga

Fenomena
3 Tanaman Begonia Baru Endemik Sulawesi, Ada yang Spesies Langka di Asia

3 Tanaman Begonia Baru Endemik Sulawesi, Ada yang Spesies Langka di Asia

Fenomena
Hasil Riset: Sejak 1960, Manusia Ubah Daratan Seluas Eropa-Afrika

Hasil Riset: Sejak 1960, Manusia Ubah Daratan Seluas Eropa-Afrika

Oh Begitu
Daftar Herbal untuk Kolesterol, Cara Alami Turunkan Kolesterol

Daftar Herbal untuk Kolesterol, Cara Alami Turunkan Kolesterol

Oh Begitu
Kasus Covid-19 Harian Melonjak, WHO Peringatkan Bahaya Varian India

Kasus Covid-19 Harian Melonjak, WHO Peringatkan Bahaya Varian India

Oh Begitu
WHO: Tren Kasus Harian Covid-19 di Dunia Stagnan, tetapi Beberapa Negara Naik

WHO: Tren Kasus Harian Covid-19 di Dunia Stagnan, tetapi Beberapa Negara Naik

Oh Begitu
Efek Kebanyakan Minum Kopi dan Berapa Batas Aman Minum Kopi

Efek Kebanyakan Minum Kopi dan Berapa Batas Aman Minum Kopi

Oh Begitu
[POPULER SAINS] 1 Syawal 1442 H Jatuh Besok Kamis | Alasan Idul Fitri Tahun Ini Bertepatan dengan Kenaikan Isa Almasih

[POPULER SAINS] 1 Syawal 1442 H Jatuh Besok Kamis | Alasan Idul Fitri Tahun Ini Bertepatan dengan Kenaikan Isa Almasih

Oh Begitu
7 Herbal untuk Asam Lambung, Ada Bunga Kantil

7 Herbal untuk Asam Lambung, Ada Bunga Kantil

Oh Begitu
Tumbuh Kembang Anak Kembar, Studi Ungkap Lebih Lambat Bicara

Tumbuh Kembang Anak Kembar, Studi Ungkap Lebih Lambat Bicara

Oh Begitu
Hasil Sidang Isbat Idul Fitri: 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021

Hasil Sidang Isbat Idul Fitri: 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X