Penemuan yang Mengubah Dunia: Sandal, Benda Sederhana dalam Perut Paus

Kompas.com - 22/11/2018, 22:24 WIB
. SHUTTERSTOCK.

Oleh suku Masai Afrika, sandal jepit dibuat dari bahan kulit hewan. Sedangkan di India, sandal kebanyakan dibuat dari kayu.

Orang China dan Jepang lebih menyukai bahan dari jerami. Sedangkan orang di masa modern ini lebih menyukai bahan yang murah, mudah didapatkan, dan awet yaitu plastik dan karet.

Sandal pertama kali muncul dalam budaya Barat setelah berakhirnya Perang Dunia II dan Perang Korea. Saat itu, tentara Barat yang kembali dari Jepang membawa oleh-oleh berupa sandal jepit.

Baca juga: Penemuan yang Mengubah Dunia: Plastik, Si Serba Guna Tapi Berbahaya

Produk ini dengan mudah disukai oleh orang Amerika. Terlebih, benda ini cocok digunakan saat musim panas.

Selanjutnya, Amerika memproduksi sandal jepit dalam versi karet. Dengan cepat, alas kaki dari karet itu menyebar terutama ketika digunakan di pantai atau kolam renang sekitar tahun 1950-an hingga 1960.

Setelah tahun-tahun itu, sandal jepit diterima sebagai bagian gaya hidup pantai kasual California.

Tahun 1962, salah satu perusahaan Brasil Alpargaras, Havaianas menjadi merk sandal jepit paling populer di dunia. Daya tarik dari merk tersebut adalah sandal yang memiliki beragam warna.

Warna-warni Havaianas mencerminkan identitas Brasil itu sendiri. Pada tahun 2010 lalu, lebih dari 150 juta pasang sandal diproduksi setiap tahun.

Itu karena sandal jepit digunakan oleh orang dari berbagai kelompok usia.

Perubahan Fisik

Sandal jepit pada dasarnya tidak mengalami banyak perubahan sejak penemuannya beribu tahun lalu. Namun, beberapa penelitian dan teknologi yang dikembangkan membuat sandal jepit bisa menguatkan otot kaki saat berjalan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X