Manakah yang Paling Sehat: Diet Keto, Mediterania, atau Vegan?

Kompas.com - 13/11/2018, 11:58 WIB
Ilustrasi diettargovcom Ilustrasi diet


KOMPAS.com - Dalam pertemuan tahunan American Heart Association's Scientific Sessions, para ilmuwan mendiskusikan diet mana yang paling menyehatkan jantung. Mereka mengambil data dari berbagai penelitian yang sudah dipublikasikan sebelumnya.

Meski tidak jelas diketahui mana yang terbaik, para ahli sepakat diet ideal adalah yang tinggi sayuran, tinggi makanan utuh yang minim prosesnya, rendah daging olahan, ditambah gula dan karbohidrat.

"Meski diet tergantung individunya, namun pola makan yang mencakup semua komponen harus diperhatikan," kata Christopher Gardner, direktur Studi Gizi di Stanford Prevention Research Center kepada Live Science, Senin (12/11/2018).

Para panelis membahas tiga jenis diet yang banyak pengikutnya, yakni diet vegan, Mediterania, dan keto. Selain membahas pola dietnya, mereka juga mengulas pengaruh diet tersebut terhadap kesehatan jantung.

Baca juga: Halo Prof! Apa Efek Jangka Panjang dari Diet OCD?

1. Diet vegan

Orang yang melakukan diet vegan sama sekali tidak mengonsumsi produk yang berasal dari daging hewan. Mereka hanya mengonsumsi sayuran dan kacang-kacangan.

"Jika Anda mengganti protein hewani dengan protein nabati, Anda akan menurunkan angka kematian dan faktor risiko kardiovaskular," kata Kim Williams, ahli jantung di Rush University Medical Center, Chicago.

Sebuah studi menunjukkan bahwa risiko kesehatan turun drastis ketika seseorang berhenti makan daging merah olahan.

Selain itu, diet vegan juga dapat menurunkan tekanan darah tinggi dan menurunkan tingkat protein C-reaktif yang merupakan tanda peradangan dalam tubuh,

"Namun, tanpa melakukan diet vegan dan hanya mengurangi makan daging merah olahan (dan menggantinya dengan daging merah biasa), kami yakin angka kematian akibat kardiovaskular akan berkurang," imbuhnya.

Williams mengatakan, diet vegan juga memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya orang yang melakukan diet vegan akan kekurangan vitamin B12, vitamin ini hanya ditemukan pada produk hewani.

Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan kekurangan sel darah merah atau anemia. Penyebab lain anemia adalah kurangnya zat besi.

2. Diet Mediterania

Sayuran segar, zaitun, dan ikan adalah bagian dari diet Mediterania yang dapat membantu orang tetap kuat sampai tua. Sayuran segar, zaitun, dan ikan adalah bagian dari diet Mediterania yang dapat membantu orang tetap kuat sampai tua.
Berbeda dengan diet vegan, diet Mediterania masih memperbolehkan makan protein hewani, terutama ikan.

Minyak zaitun extra virgin berperan penting dalam diet yang mencakup kacang-kacangan, banyak sayuran, buah, dan anggur dalam jumlah sedang itu.

Menurut bukti yang dipaparkan Mayo Clinic, diet Mediterania dapat mengurangi kadar kolesterol jahat yang dikaitkan dengan penurunan risiko kematian akibat penyakit jantung.

Beberapa waktu lalu, sebuah studi tentang diet Mediterania mengundang pro kontra dari banyak ahli. Beberapa ahli mengatakan diet Mediterania tidak baik untuk jantung, sementara yang lain berpegang teguh bahwa diet ini memiliki banyak manfaat.

Peneliti utama dari studi tersebut, Dr. Miguel Martínez-Gonzalez, seorang ahli epidemiologi di University of Navarra, Spanyol, mencatat bahwa setelah tim menganalisis ulang data temuan, sebagian besar bukti masih mengarahkan diet ini baik untuk jantung.

3. Diet keto

Ilustrasi menu diet ketoThitareeSarmkasat Ilustrasi menu diet keto
Diet kato adalah salah satu diet rendah karbohidrat, tinggi lemak, dan jumlah protein yang cukup.

Menurut direktur medis di Virta Health, Dr Sarah Hallberg, diet keto merupakan diet makanan utuh.

Karbohidrat dapat berasal dari sayuran non-tepung, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Diet jenis ini juga dapat diberi buah atau susu, tetapi tidak untuk biji-bijian, kentang, atau gula.

"Diet ini dapat menurunkan faktor risiko penyakit kardiovaskular," kata Hallberg.

Meski demikian, beberapa ahli mengungkapkan keprihatinan pada diet keto karena tingginya kadar lemak dan kolesterol mungkin justru berbahaya bagi kesehatan jantung.

Baca juga: Sedang Tren di Internet, Apa Itu Diet Karnivora Murni?

4. Diet yang ideal

Para ahli yang terlibat dalam diskusi di pertemuan American Heart Association's Scientific Sessions sepakat bahwa makanan yang prosesnya sangat sedikit dan bebas dari zat aditif atau zat buatan lainnya lebih sehat dibanding makanan olahan.

"Dengan prinsip ini, studi lebih lanjut untuk mencari tahu makanan apa yang paling sehat tidak diperlukan. Sekarang fokusnya adalah bagaimana caranya membuat orang untuk tetap melakukan diet sehat," kata Gardner.

Untuk mencapai tujuan itu, beberapa hal yang bisa dilakukan adalah mulai terbiasa menyiapkan masakan sendiri di rumah, membuat kebijakan nasional yang dapat membantu membuat makanan sehat lebih terjangkau, dan mengedukasi masyarakat tentang konsekuensi sosial dan planet berkaitan dengan apa yang dikonsumsi.

Edukasi yang dimaksud seperti menginformasikan efek makan daging terhadap pemanasan global dan perubahan iklim, hak-hak hewan, dan pelanggaran tenaga kerja manusia.



Close Ads X