Manakah yang Paling Sehat: Diet Keto, Mediterania, atau Vegan?

Kompas.com - 13/11/2018, 11:58 WIB
Sayuran segar, zaitun, dan ikan adalah bagian dari diet Mediterania yang dapat membantu orang tetap kuat sampai tua. Sayuran segar, zaitun, dan ikan adalah bagian dari diet Mediterania yang dapat membantu orang tetap kuat sampai tua.

2. Diet Mediterania

Berbeda dengan diet vegan, diet Mediterania masih memperbolehkan makan protein hewani, terutama ikan.

Minyak zaitun extra virgin berperan penting dalam diet yang mencakup kacang-kacangan, banyak sayuran, buah, dan anggur dalam jumlah sedang itu.

Menurut bukti yang dipaparkan Mayo Clinic, diet Mediterania dapat mengurangi kadar kolesterol jahat yang dikaitkan dengan penurunan risiko kematian akibat penyakit jantung.

Beberapa waktu lalu, sebuah studi tentang diet Mediterania mengundang pro kontra dari banyak ahli. Beberapa ahli mengatakan diet Mediterania tidak baik untuk jantung, sementara yang lain berpegang teguh bahwa diet ini memiliki banyak manfaat.

Peneliti utama dari studi tersebut, Dr. Miguel Martínez-Gonzalez, seorang ahli epidemiologi di University of Navarra, Spanyol, mencatat bahwa setelah tim menganalisis ulang data temuan, sebagian besar bukti masih mengarahkan diet ini baik untuk jantung.

3. Diet keto

Ilustrasi menu diet ketoThitareeSarmkasat Ilustrasi menu diet keto
Diet kato adalah salah satu diet rendah karbohidrat, tinggi lemak, dan jumlah protein yang cukup.

Menurut direktur medis di Virta Health, Dr Sarah Hallberg, diet keto merupakan diet makanan utuh.

Karbohidrat dapat berasal dari sayuran non-tepung, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Diet jenis ini juga dapat diberi buah atau susu, tetapi tidak untuk biji-bijian, kentang, atau gula.

"Diet ini dapat menurunkan faktor risiko penyakit kardiovaskular," kata Hallberg.

Meski demikian, beberapa ahli mengungkapkan keprihatinan pada diet keto karena tingginya kadar lemak dan kolesterol mungkin justru berbahaya bagi kesehatan jantung.

Baca juga: Sedang Tren di Internet, Apa Itu Diet Karnivora Murni?

4. Diet yang ideal

Para ahli yang terlibat dalam diskusi di pertemuan American Heart Association's Scientific Sessions sepakat bahwa makanan yang prosesnya sangat sedikit dan bebas dari zat aditif atau zat buatan lainnya lebih sehat dibanding makanan olahan.

"Dengan prinsip ini, studi lebih lanjut untuk mencari tahu makanan apa yang paling sehat tidak diperlukan. Sekarang fokusnya adalah bagaimana caranya membuat orang untuk tetap melakukan diet sehat," kata Gardner.

Untuk mencapai tujuan itu, beberapa hal yang bisa dilakukan adalah mulai terbiasa menyiapkan masakan sendiri di rumah, membuat kebijakan nasional yang dapat membantu membuat makanan sehat lebih terjangkau, dan mengedukasi masyarakat tentang konsekuensi sosial dan planet berkaitan dengan apa yang dikonsumsi.

Edukasi yang dimaksud seperti menginformasikan efek makan daging terhadap pemanasan global dan perubahan iklim, hak-hak hewan, dan pelanggaran tenaga kerja manusia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X