Halo Prof! Apa Efek Jangka Panjang dari Diet OCD? - Kompas.com

Halo Prof! Apa Efek Jangka Panjang dari Diet OCD?

Kompas.com - 06/11/2018, 17:36 WIB
dr. Ida Gunawan, MS., Sp. GK
Dokter Spesialis Gizi Klinik, Konsultan Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi
RS Pondok Indah ? Puri IndahRS Pondok Indah dr. Ida Gunawan, MS., Sp. GK Dokter Spesialis Gizi Klinik, Konsultan Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi RS Pondok Indah ? Puri Indah

KOMPAS.com - Seorang teman Kompas.com yang bernama Bagas bertanya:

"Saya sedang menjalani diet OCD. Kan perutnya kosong lama, efek jangka panjangnya apa?

Pertanyaan itu akhirnya dijawab oleh seorang ahli dari RS Pondok Indah – Puri Indah, dr. Ida Gunawan, MS., Sp. GK. Berikut paparannya:

Halo Bagas,

Sebelumnya saya akan menjelaskan mengenai diet OCD terlebih dahulu untuk menyamakan persepsi ya.

Diet OCD kini memang banyak dilakukan dalam program penurunan berat badan. Seperti diketahui, diet ini memiliki fase “jendela” dan fase “puasa makan”. Fase “puasa makan” berlangsung antara 16 - 24 jam tergantung dari tahapannya. Pada saat puasa tersebut, hanya diijinkan minum minuman yang tidak mengandung kalori.

Baca juga: Detoks Ekstrem ala Beyonce Bagian III, Ini Tanggapan Dokter

Bagaimana efek puasa antara 16-24 jam bagi tubuh dan dilakukan dalam jangka panjang? Tentu saja sangat tidak dianjurkan, karena dapat mengganggu metabolisme tubuh yang memberikan imbas kesehatan yang tidak menguntungkan, antara lain:

1. Terganggunya pertumbuhan jika dilakukan oleh anak remaja

2. Terganggunya keseimbangan hormonal (berupa gangguan siklus menstruasi, timbulnya jerawat)

3. Gangguan profil lemak karena saat fase jendela biasanya akan mengkonsumsi lebih banyak makanan “enak” serta tinggi protein yang biasanya juga disertai dengan kandungan kolesterol yang cukup banyak

4. Gangguan tidur maupun gangguan pencernaan seperti nyeri lambung, sembelit, kembung, begah, produksi asam lambung yang berlebihan, dan lain-lain.

Oleh karena itu, jika ingin menjalani program penurunan berat badan, diet yang sangat dianjurkan dan terbukti secara evidence based medicine adalah “diet yang seimbang”, di mana jumlah, jenis dan jadwal makan sudah diatur dan dihitung sesuai kebutuhan tubuh.

dr. Ida Gunawan, MS., Sp. GK

Dokter Spesialis Gizi Klinik, Konsultan Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi

RS Pondok Indah – Puri Indah

Punya pertanyaan terkait kesehatan dan sains yang membuat Anda penasaran? Kirimkan pertanyaan Anda ke haloprof17@gmail.com untuk dijawab oleh ahlinya.



Close Ads X