Ahli: Tikus Sebabkan Kerusakan Terumbu Karang Dunia

Kompas.com - 12/11/2018, 12:28 WIB
Beragam jenis terumbu karang tumbuh dengan subur di Teluk Tomini, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Hal ini disebabkan oleh kondisi perairannya yang kondusif, seperti arus yang tenang dan cahaya matahari yang cukup. Airnya sangat tenang karena bersada di teluk yang luas, sehingga aman bagi para penyelam. Teluk ini menjadi salah satu destinasi selam yang disebut-sebut akan menjadi komoditas unggul milik Kabupaten Parigi Moutong.Dok. Rully Nasution Beragam jenis terumbu karang tumbuh dengan subur di Teluk Tomini, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Hal ini disebabkan oleh kondisi perairannya yang kondusif, seperti arus yang tenang dan cahaya matahari yang cukup. Airnya sangat tenang karena bersada di teluk yang luas, sehingga aman bagi para penyelam. Teluk ini menjadi salah satu destinasi selam yang disebut-sebut akan menjadi komoditas unggul milik Kabupaten Parigi Moutong.

KOMPAS.com - Tikus adalah masalah di kota-kota besar maupun kecil di seluruh dunia. Tapi hewan itu juga menyebabkan kerusakan besar pada terumbu karang dunia, menurut sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Nature International Journal of Science.

Menurut studi itu, tikus-tikus telah mengusik populasi burung laut di 90 persen kepulauan dunia.

Profesor Nick Graham dari Universitas Lancaster di Inggris mengatakan dalam sebuah lawatan baru-baru ini ke kepulauan Chagos di Samudera Hindia, disana terdapat perbedaan yang sangat mencolok antara pulau-pulau yang dipenuhi tikus dengan pulau-pulau yang bebas tikus.

"Di mana ada tikus, langit di atasnya kosong, pulau-pulau sangat sepi. Apabila Anda pergi ke pulau-pulau yang bebas tikus, langitnya dipenuhi burung laut, sangat ramai, dan bau. Anda bisa mencium bau guano atau kotoran burung di udara," ungkap Graham.

Baca juga: Ilmuwan Waspadai Ledakan Populasi Tikus akibat Perubahan Iklim

Para ilmuwan mendapati guano, yang terkadang digunakan sebagai pupuk, sangat penting bagi keberlangsungan ekosistem tropis.

"Burung-burung laut terbang cukup jauh dari pulau dan mereka makan dari apa yang kita sebut sebagai ekosistem pelagis,  bagian laut yang dalam. Kemudian mereka kembali ke pulau untuk bertengger dan berkembang biak dan ketika itulah mereka memberikan nutrisi-nutrisi kaya yang mereka dapat dari lautan ke pulau. Apabila nutrisi-nutrisi itu kembali ke terumbu karang, kandungan itu bisa mendorong produktivitas dan fungsi terumbu-terumbu karang itu," tambah Graham.

Tikus memangsa telur burung, anak ayam dan bahkan burung dewasa. Pulau-pulau yang bebas tikus memiliki burung laut yang lebih banyak dan kandungan nitrogen yang lebih kaya dalam tanah yang kemudian mengalir ke laut, yang bermanfaat bagi ganggang rumput dan ikan.

Baca juga: Diutak-atik Gennya, Pasangan Tikus Sesama Jenis Akhirnya Punya Bayi

"Ikan-ikan sangat bermanfaat bagi terumbu karang, memberikan fungsi penting yang membantu terumbu karang tetap sehat. Ikan-ikan itu menghalau ganggang yang mengganggu, sehingga karang-karang baru bisa menetap dan tumbuh lagi," imbuhnya.

Jumlah ikan juga 50 persen lebih banyak di perairan pulau-pulau yang bebas tikus.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X