PBB: Kerusakan Lapisan Ozon Bisa "Sembuh" Total pada 2060

Kompas.com - 07/11/2018, 18:37 WIB
Luas lubang ozon pada 2017 yang menunjukkan penyusutan sejak 1988 Luas lubang ozon pada 2017 yang menunjukkan penyusutan sejak 1988

KOMPAS.com - Beberapa artikel tentang lingkungan bisa sangat mematahkan hati. Namun, kabar baik dari Perserikatan Bangsa-bangsa ( PBB) mungkin bisa menjadi pelipur.

Berkat Protokol Montreal yang dilakukan antar-bangsa, penggunaan jumlah zat yang dapat merusak lapisan ozon berkurang dan dapat dikendalikan.

Hal itu tertuang dalam penilaian ilmiah laporan Ozon Deplesi terbaru. Hal ini mengingatkan kita bahwa ternyata masalah lingkungan dapat diperbaiki jika semua bangsa turun tangan.

Untuk diketahui, Protokol Montreal adalah perjanjian antar-bangsa yang dirancang PBB untuk melindungi lapisan ozon dengan meniadakan produksi sejumlah zat yang bertanggung jawab atas berkurangnya lapisan ozon.

Baca juga: Kabar Baik dari Dunia Sains, Lubang Ozon Kini Paling Kecil Sejak 1988

Protokol Montreal ditandatangani pada 1987 sebagai tanggapan terhadap kesadaran bahwa banyak bahan kimia yang digunakan dalam aerosol, sistem pendingin udara, lemari es, dan pelarut industri.

Semua bahan itu dapat mengikis stratosfer Bumi, menciptakan lubang di atmosfer, dan radiasi ultraviolet berbahaya bisa merembes melalui lapisan ozon.

Protokol Montreal memaksa seluruh bangsa untuk mulai menghentikan penggunaan zat berbahaya seperti klorofluorokarbon (CFC), hidroklorofluorokarbon (HCFC), dan halon.

Empat tahun sekali laporan yang mendokumentasikan perkembangan lapisan ozon dirilis.

Pada edisi 2018 ini, tingkat ozon di bagian stratosfer telah pulih pada tingkat 1-3 persen sejak 2000.

Jika hal ini terus berlanjut, laporan mengatakan belahan bumi utara dan ozon lintang tengah akan sepenuhnya pulih pada 2030-an, ozon belahan selatan pada 2050-an, dan daerah kutub sebelum 2060.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Kita
[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

Oh Begitu
Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Fenomena
Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Fenomena
Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Oh Begitu
Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Fenomena
CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

Fenomena
Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Fenomena
Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Fenomena
239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

Kita
Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Oh Begitu
Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Oh Begitu
Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Oh Begitu
Studi: Virus Mencuri Kode Genetis Manusia, Ciptakan Gen Campuran Baru

Studi: Virus Mencuri Kode Genetis Manusia, Ciptakan Gen Campuran Baru

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X