Darurat Global, Suhu Lautan Naik 60 Persen Lebih Cepat dari Perkiraan - Kompas.com

Darurat Global, Suhu Lautan Naik 60 Persen Lebih Cepat dari Perkiraan

Kompas.com - 06/11/2018, 20:01 WIB
IlustrasiPexels Ilustrasi


KOMPAS.com - Lautan di seluruh dunia telah menyerap 60 persen lebih banyak panas daripada perkiraan sebelumnya selama seperempat abad terakhir. Ini pertanda Bumi lebih sensitif terhadap efek perubahan iklim.

Dua pertiga wilayah Bumi adalah lautan yang berperan penting menjaga kehidupan di Bumi.

Berdasarkan studi panel antar-pemerintah tentang perubahan iklim (IPCC), lautan di seluruh dunia telah menyerap 90 persen kenaikan suhu yang disebabkan oleh emisi karbon buatan manusia.

Untuk itu, studi terbaru yang terbit di jurnal Nature awal bulan ini berusaha untuk mengungkap seberapa panas suhu laut saat ini.

Baca juga: Pemanasan Global, Mineral Ini Bisa Serap Karbon Dioksida di Atmosfer

Dengan metode baru yang dilakukan, para ahli menemukan bahwa lautan telah menyerap energi panas setara dengan 150 kali jumlah listrik yang diproduksi manusia setiap tahun, dalam 25 tahun terakhir. Ini 60 persen lebih tinggi dari penelitian sebelumnya.

Berbeda dengan studi sebelumnya yang mengandalkan perhitungan kelebihan panas yang dihasilkan emisi gas rumah kaca buatan manusia, tim ahli yang berbasis di AS fokus pda dua gas yang ditemukan secara alami di atmosfer, yakni oksigen dan karbon dioksida.

Kedua gas tersebut larut dalam air. Namun, tingkat penyerapan air akan menurun ketika laut menghangat.

Dengan mengukur oksigen dan CO2 setiap tahunnya, para ahli dapat memperkirakan dengan lebih akurat berapa banyak panas yang diserap lautan dalam skala global.

"Bayangkan jika lautan hanya sedalam 10 meter, data kami menunjukkan bahwa suhunya (laut) akan menghangat 6,5 derajat Celsius setiap dekade sejak 1991," kata penulis studi utama Laure Resplandy, asisten profesor geosains di Princeton seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (1/11/2018).

Peningkatan suhu ini jauh lebih tinggi dengan yang diperkirakan IPCC sebelumnya, yakni 4 derajat Celsius setiap dekade.

Baca juga: Emisi Karbon Dioksida Terus Meningkat Sejak Era Industri

Resplandy mengatakan, data menunjukkan bahwa manusia harus menurunkan emisi karbon 25 kali lipat dibandingkan perkiraan sebelumnya.

"Hasilnya secara signifikan meningkatkan kepercayaan kami dalam perkiraan pemanasan laut," kata Ralph Keeling, seorang ahli geofisika di University of California, San Diego, sekaligus rekan penulis.

IPCC memperingatkan bahwa tindakan drastis perlu dilakukan untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celcius pada akhir abad ini.



Close Ads X