Kompas.com - 16/08/2018, 17:00 WIB
Kabut asap tebal karena polusi berat mencapai di Teheran. Foto diambil pada 5 Februari 2018. (AFP/ Atta Kenare) ATTA KENAREKabut asap tebal karena polusi berat mencapai di Teheran. Foto diambil pada 5 Februari 2018. (AFP/ Atta Kenare)


KOMPAS.com - Sekelompok ilmuwan Kanada berhasil menciptakan alat yang bisa memproduksi magnesit dengan cepat. Magnesit merupakan mineral yang berfungsi menyerap dan menyimpan karbon dioksida.

Temuan ini terbilang penting. Pasalnya, karbon dioksida merupakan salah satu pemicu pemanasan global.

Bila para ahli dapat memproduksi alat ini dalam jumlah besar, mungkin kita memiliki senjata baru untuk melawan dan memperlambat efek pemanasan global.

Dalam presentasi yang dilakukan di konferensi Goldschmidt di Boston, Selasa (14/8/2018), untuk mempercepat proses pembentukan magnesit, ahli menggunakan polistirena berbentuk bola-bola kecil.

Baca juga: Inggris Kekurangan Pasokan Karbon Dioksida, Apa Artinya?

Dengan cara ini, proses pembentukan magnesit yang awalnya memerlukan waktu ratusan hingga ribuan tahun, bisa terselesaikan dalam waktu kurang dari tiga bulan, tepatnya 72 hari.

Para ahli dari Trent University di Ontario, Kanada menjelaskan, mereka awalnya menganalisis bagaimana mineral penyimpanan karbon dioksida yang disebut magnesit terbentuk di alam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah itu, barulah mereka mencari cara untuk mempercepat proses pembentukannya di laboratoriun.

"Proyek yang kami kerjakan menunjukkan dua hal. Pertama, pembentukan magnesit secara alami membutuhkan waktu ratusan hingga ribuan tahun. Kedua, kami berhasil mengambil jalan pintas untuk memangkas proses ini menjadi sangat singkat," kata pemimpin proyek Ian Power dari Trent University, Ontario, Kanada, dilansir Physorg, Selasa (14/8/2018).

Mereka menggunakan mikrosfer polistirena sebagai katalis agar bisa menciptakan magnesit dalam 72 hari.

Mineral magnesit berfungsi untuk menyerap dan menyimpan karbon dioksida.A_Pobedimskiy Mineral magnesit berfungsi untuk menyerap dan menyimpan karbon dioksida.

"Dengan menggunakan mikrosfer polistirena, kami mampu mempercepat pembentukan magnesit berdasarkan jumlah yang diinginkan. Proses ini berlangsung pada suhu kamar, yang berarti produksi magnesit sangat hemat energi," imbuhnya dilansir Newsweek, Rabu (15/8/2018).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.