Kompas.com - 23/10/2018, 10:07 WIB
Beyonce tampil di panggung 2018 Coachella Valley Music And Arts Festival Weekend 1 di Empire Polo Field, Indio, California, pada 14 April 2018. Kevin Winter/Getty Images for Coachella/AFPBeyonce tampil di panggung 2018 Coachella Valley Music And Arts Festival Weekend 1 di Empire Polo Field, Indio, California, pada 14 April 2018.

KOMPAS.com - Belakangan ini, tren diet di jagat Instagram Indonesia berubah menjadi detoks. Modelnya bermacam-macam, tetapi salah satu yang paling terkenal adalah Nade Detox.

Penulis pertama kali mendengar soal Nade Detox ini dari seorang teman yang memutuskan untuk menjalaninya. Sebagai informasi, teman penulis ini memang sudah berpengalaman menjalani program detoks. Dia percaya bahwa ada "racun-racun" dalam tubuh yang perlu dikeluarkannya.

Namun bila pengalamannya melakukan detoks sebelumnya hanya berupa minum jus sayuran di pagi hari, Nade Detox yang kali ini dia ceritakan mengharuskannya tidak makan selama seminggu. Hal ini tentu membuat penulis terkaget-kaget dan tergelitik untuk mengetahui lebih lanjut.

Pada hari Senin (8/10/2018), penulis pun bertemu dengan pendiri Nade Detox, Ivanda Cherlin, di sebuah kafe di Jakarta.

Baca juga: Sedang Tren di Internet, Apa Itu Diet Karnivora Murni?

Ivanda berkata bahwa Nade Detox ini sama seperti Master Cleanse, sebuah puasa jus yang diciptakan oleh Stanley Burroughs pada 1940-an. Ketika menjalani program puasa ini, Anda tidak diperbolehkan makan, dan hanya minum teh dan limun yang terbuat dari sirup mapel dan cabai cayenne.

Generasi millenial mungkin lebih mengenal diet ini dengan nama Lemonade Diet yang pernah dilakukan oleh Beyonce.

Bedanya, Ivanda juga menambahkan Tea Time dan Evening Tea sebelum tidur. Penambahan itu merupakan gabungan dari program Master Cleanse yang diikutinya di Australia dan pengalaman pribadinya.

"90 persen dari orang yang detoks tujuannya supaya kurus, bukan untuk detoxing. Tambahan Tea Time untuk membantu menguruskan badan. Jadi kalau orang mau skip boleh, itu tambahan dari aku saja. Kalau yang Evening Tea itu untuk flush usus. Jadi intinya detoks, membersihkan semua yang ada di usus kita," katanya.

Baca juga: Diet Rendah Karbohidrat Ditemukan Memperpendek Masa Hidup, kecuali...

Ivanda mengklaim bahwa diet ini tidak membuat lapar. "Dia enggak nyiksa, dia enggak bikin lemas, enggak bikin lapar. Padahal, enggak makan seminggu. Pas pertama coba, aku pun mikir, 'Wah bisa mati nih, enggak makan 7 hari', tapi Anda harus coba dan lihat sendiri bagaimana tubuh menerimanya," katanya. 

Dikutip dari brosurnya, Nade Detox menjanjikan "tubuh yang lebih sehat dan lebih bersih, dengan membiarkan tubuh membersihkan dirinya sendiri secara alami dari racun". Selain itu, Ivanda juga berkata bahwa rata-rata klien yang menjalani detoks ini mengalami penurunan berat badan antara 3,5-4 kilogram dalam tujuh hari.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Fenomena
Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Oh Begitu
NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

Fenomena
Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Oh Begitu
Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Oh Begitu
[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

Oh Begitu
Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Kita
Fakta-fakta Supervolcano, Salah Satunya Ada di Indonesia

Fakta-fakta Supervolcano, Salah Satunya Ada di Indonesia

Fenomena
Ramai Ikutan Jual Foto NFT seperti Gozali, Psikolog: Ini Efek Pandemi Covid-19

Ramai Ikutan Jual Foto NFT seperti Gozali, Psikolog: Ini Efek Pandemi Covid-19

Oh Begitu
5 Fakta Planet Kepler-186F, Planet Asing yang Mirip Bumi

5 Fakta Planet Kepler-186F, Planet Asing yang Mirip Bumi

Oh Begitu
Ilmuwan Ungkap Dua Faktor Genetik yang Sebabkan Hilangnya Bau dan Rasa akibat Covid-19

Ilmuwan Ungkap Dua Faktor Genetik yang Sebabkan Hilangnya Bau dan Rasa akibat Covid-19

Oh Begitu
Bagaimana Cicak Bisa Menempel di Dinding? Ini Penjelasannya

Bagaimana Cicak Bisa Menempel di Dinding? Ini Penjelasannya

Oh Begitu
9 Obat Herbal Stroke yang Ampuh Bantu Kembalikan Fungsi Otak

9 Obat Herbal Stroke yang Ampuh Bantu Kembalikan Fungsi Otak

Kita
Orang yang Terinfeksi Omicron Bisa Menyebarkan Virus hingga 10 Hari

Orang yang Terinfeksi Omicron Bisa Menyebarkan Virus hingga 10 Hari

Oh Begitu
Memahami Cara Kawin Nyamuk Bisa Bantu Perangi Malaria

Memahami Cara Kawin Nyamuk Bisa Bantu Perangi Malaria

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.