Untuk Selamatkan Bumi, Konsumsi Daging Harus Dipangkas 90 Persen - Kompas.com

Untuk Selamatkan Bumi, Konsumsi Daging Harus Dipangkas 90 Persen

Kompas.com - 13/10/2018, 18:07 WIB
Dunia harus mengurangi konsumsi daging untuk menghindari perubahan iklim yang merusak id.wikipedia.org Dunia harus mengurangi konsumsi daging untuk menghindari perubahan iklim yang merusak

KOMPAS.com - Dunia harus secara drastis mengurangi konsumsi daging untuk menghindari perubahan iklim yang merusak. Ahli menyebut jika kita perlu memangkas asupan konsumsi daging hingga 90 persen.

Tanpa adanya pengurangan tersebut, dampak industri makanan pada lingkungan akan terus meningkat hingga 90 persen pada pertengahan abad.

Salah satu penyumbang utama bagi perubahan iklim berasal dari peternakan. Mereka menimbulkan ancaman tiga kali lipat terhadap atmosfer karena menghasilkan gas metana dalam jumlah besar.

Peternakan juga merusak hutan peyerap karbon karena para peternak biasanya membuka lahan untuk mengakomodasi area peternakan mereka.

Baca juga: Pro Kontra Rekayasa Iklim untuk Selamatkan Bumi dari Pemanasan Global

Selain itu, peternakan juga membutuhkan air dalam jumlah yang sangat besar untuk menopang kehidupan ternak. Untuk menghasilkan 500 gram daging sapi, misalnya, diperlukan hampir 7.000 liter air.

Itulah mengapa para ahli berpendapat bahwa mengurangi konsumsi daging adalah salah satu cara yang jelas untuk mengendalikan pemanasan global.

Hal ini ditambah dengan peningkatan tajam populasi global yang diprediksi akan menghancurkan kemampuan manusia untuk memberi makan dirinya sendiri.

Peneliti memperkirakan jika pada tahun 2050 nanti, populasi global akan mencapai 10 miliar orang. Artinya, akan ada semakin banyak orang lagi yang memerlukan makan.

Baca juga: Pemanasan Global, Mineral Ini Bisa Serap Karbon Dioksida di Atmosfer

Para ilmuwan pun menyerukan untuk beralih pada pola makan nabati, mengurangi limbah makanan, dan memperbaiki pertanian dengan bantuan teknologi.

Dengan menekan separuh jumlah makanan yang terbuang, ahli memprediksi bahwa dampak pada lingkungan bisa berkurang hingga 16%

"Tidak ada solusi tunggal yang cukup untuk menghindari hal ini. Namun, saat solusi diterapkan bersama-sama, akan ada kesempatan untuk memberi makan populasi yang terus tumbuh secara berkelanjutan," kata Marco Springmann, peneliti dari Oxford Martin Programme on the Future of Food and the Nuffield Departement of Population Health, University of Oxford.

"Sangat penting untuk membuat perubahan bagi sejumlah besar orang menuju pola makan nabati yang sehat," tambah Springmann.

Pemanasan global memang telah menjadi ancaman bagi umat manusia, tapi setidaknya masih ada cara yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kondisi ini.



Close Ads X