Kompas.com - 10/10/2018, 18:31 WIB
Ilustrasi kanker paru-paru Ben-SchonewilleIlustrasi kanker paru-paru

KOMPAS.com - Kanker paru mungkin bisa disebut penyakit senyap yang tiba-tiba muncul tanpa gejala. Tak heran, ada banyak pengidap kanker paru yang baru mengetahui drinya terkena penyakit ini saat sudah di stadium lanjut.

Pasalnya, tak ada gejala khas yang dapat menunjukkan bahwa seseorang mengalami kanker paru atau tidak. Batuk yang disebut sebagai gejala awal kanker paru pun tak ada bedanya dengan batuk biasa atau batuk TB.

"Semuanya (batuk) sama saja," kata dr Elisna Syahruddin, SpP(K), PhD dari Departemen Pulmonologi dan Ilmu Respiratori, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia (FKUI) dihubungi Kompas.com, Rabu (10/10/2018).

Meski demikian, ada beberapa faktor risiko yang dapat mengungkap apakah seseorang mengidap kanker paru atau tidak, termasuk lingkungan tempat tinggal, riwayat kesehatan, kebiasaan merokok, usia, juga tingkat polusi udara di tempat tinggalnya.

Baca juga: Membesuk Kanker Paru, Penyakit yang Merenggut Nyawa Istri Indro Warkop

"Jadi kalau dia sudah berusia di atas 40 tahun, kemudian punya kebiasaan merokok, mungkin saja mengidap kanker paru," imbuhnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain batuk yang tak kunjung sembuh, gejala kanker paru yang lain, seperti adanya darah dalam dahak, kesulitan bernapas, nyeri di dada, dan suara serak, juga disebut Elisna mirip seperti gejala sakit pernapasan pada umumnya.

Mengingat kanker paru spesial, tidak seperti kanker payudara dan kanker serviks yang sudah ada alat pendeteksinya, Elisna menganjurkan untuk rutin cek kesehatan, terutama untuk orang yang memiliki banyak faktor risiko.

"Juga lakukan pengendalian faktor risikonya," pesan Elisna.

Baca juga: Teka-teki Kanker Paru, Mengapa Ada Perokok yang Tak Kena?

World Cancer Research Fund memprediksi, ada 1,59 juta orang meninggal akibat penyakit itu dan hanya sekitar 240.000 atau 15 persen di antaranya sintas.

"Kalau ada 10 orang yang didiagnosis mengidap kanker paru, delapan orang meninggal pada tahun itu juga. Itulah kenapa kanker paru disebut kanker yang mematikan. Karena umumnya di seluruh dunia, kanker paru ketemunya sudah stadium lanjut jadi tidak bisa dilaksanakan terapi secara maksimal," kata Elisna dalam sebuah kesempatan wawancara kepada Kompas.com.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.