Kompas.com - 08/10/2018, 19:30 WIB

KOMPAS.com - Pernahkah Anda membayangkan seluruh daratan di muka bumi bersatu? Jika ya, itu bukan hanya bayangan Anda saja.

Sekitar 251 juta tahun lalu, tepat sebelum kepunahan dinosaurus, seluruh benua di bumi memang bergabung membentuk benua besar Pangea.

Hamparan daratan luas tersebut membentang di area kathulistiwa, yang akhirnya terbagi menjadi dua wilayah Gondwana di selatan dan Laurasia di utara.

Ketika terpisah, Gondwana dan Laurasia terbagi menjadi tujuh benua yang kita kenal saat ini.

Sejarah ini menimbulkan pertanyaan, apakah pergerakan tektonik Bumi saat ini akan membentuk benua besar Pangea kembali?

Jawabannya adalah iya.

Sebagai informasi, Pangea bukan benua besar pertama yang terbentuk dalam sejarah geologis bumi selama 4,5 miliar tahun.

Artinya, itu juga bukan yang terakhir.

"Itu adalah bagian dari perdebatan yang tidak banyak diperdebatkan," ungkap Ross Mitchell, ahli geologi di Curtin University, Australia dikutip dari Live Science, Kamis (04/10/2018).

"Tapi, 'Pangea berikutnya' akan berbentuk seperti apa.. di situlah ada beragam pendapat," imbuhnya.

Para ahli geologi sepakat bahwa ada siklus pembentukan benua besar yang teratur dan jelas. Menurut catatan mereka, setidaknya pembentukan benua besar sudah terjadi tiga kali.

Pertama, benua besar Nuna (juga disebut Columbia). Benua super ini terjadi sekutar 1,8 hingga 1,3 miliar tahun lalu.

Kedua, benua besar Rodinia. Benua super ini mendominasi planet kita antara 1,2 miliat hingga 750 juta tahun lalu.

Ketiga adalah benua super Pangea yang terjadi pada 251 juta tahun lalu.

Baca juga: Fosil 130 Juta Tahun Ubah Pengetahuan Kita tentang Pecahnya Pangea

Hal tersebut, menurut Mitchell, menjadi bukti bahwa akan ada benua super lain yang terbentuk di masa depan.

Pergerakan lempeng bumi

Seperti yang kita ketahui, korvegensi dan penyebaran benua saat ini berkaitan erat dengan gerakan lempeng tektonik bumi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tikus Diduga Menjadi Inang Virus Langya di China, Ini Kata Peneliti

Tikus Diduga Menjadi Inang Virus Langya di China, Ini Kata Peneliti

Oh Begitu
Vaksinasi Vs Infeksi, Mana yang Lebih Meningkatkan Antibodi Covid-19?

Vaksinasi Vs Infeksi, Mana yang Lebih Meningkatkan Antibodi Covid-19?

Oh Begitu
4 Alasan Tubuh Perlu Istirahat dari Rutinitas Olahraga

4 Alasan Tubuh Perlu Istirahat dari Rutinitas Olahraga

Oh Begitu
Studi Sebut Benua Tercipta dari Meteorit Raksasa yang Tabrak Bumi

Studi Sebut Benua Tercipta dari Meteorit Raksasa yang Tabrak Bumi

Oh Begitu
Kelapa Genjah, Kenali Karakteristik dan Varietasnya

Kelapa Genjah, Kenali Karakteristik dan Varietasnya

Oh Begitu
Fosil Tulang Mammoth di New Mexico Ungkap Pembantaian yang Dilakukan Manusia

Fosil Tulang Mammoth di New Mexico Ungkap Pembantaian yang Dilakukan Manusia

Fenomena
Sero Survei Ungkap 98,5 Persen Penduduk Indonesia Memiliki Antibodi Covid-19

Sero Survei Ungkap 98,5 Persen Penduduk Indonesia Memiliki Antibodi Covid-19

Oh Begitu
Peringatan Dini Gelombang Tinggi dari Sabang hingga Perairan Yogyakarta

Peringatan Dini Gelombang Tinggi dari Sabang hingga Perairan Yogyakarta

Fenomena
6 Dampak Perubahan Iklim pada Terumbu Karang

6 Dampak Perubahan Iklim pada Terumbu Karang

Fenomena
Jangan Lewatkan Puncak Hujan Meteor Perseid 13 Agustus, Begini Cara Menyaksikannya

Jangan Lewatkan Puncak Hujan Meteor Perseid 13 Agustus, Begini Cara Menyaksikannya

Fenomena
98,5 Persen Masyarakat Indonesia Miliki Antibodi Covid-19, Perlukah Vaksin Booster Kedua?

98,5 Persen Masyarakat Indonesia Miliki Antibodi Covid-19, Perlukah Vaksin Booster Kedua?

Fenomena
[POPULER SAINS] BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan | Harta Karun di Kapal Karam | Fenomena Supermoon Sturgeon Moon | Vaksin Comirnaty Diizinkan untuk Anak 16-18 Tahun

[POPULER SAINS] BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan | Harta Karun di Kapal Karam | Fenomena Supermoon Sturgeon Moon | Vaksin Comirnaty Diizinkan untuk Anak 16-18 Tahun

Oh Begitu
BRIN sebagai Ruang Kolektif Riset dan Inovasi Indonesia

BRIN sebagai Ruang Kolektif Riset dan Inovasi Indonesia

Oh Begitu
WMO Sebut Juli Jadi Bulan dengan Suhu Terpanas, Apa Dampaknya?

WMO Sebut Juli Jadi Bulan dengan Suhu Terpanas, Apa Dampaknya?

Fenomena
Bagaimana Mesin Ketik Pertama Kali Ditemukan? Ini Sejarahnya

Bagaimana Mesin Ketik Pertama Kali Ditemukan? Ini Sejarahnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.