Kompas.com - 20/09/2018, 17:00 WIB
Ilustrasi dari menara penyaring raksasa yang diusulkan perusahaan arsitektur Znera di India untuk membersihkan kota dari polusi udara. Ilustrasi dari menara penyaring raksasa yang diusulkan perusahaan arsitektur Znera di India untuk membersihkan kota dari polusi udara.


KOMPAS.com - Perusahaan arsitektur Znera yang berbasis di Dubai, baru saja mengusulkan konsep dramatis untuk mengatasi masalah polusi udara di New Delhi. Proyek yang mereka usulkan adalah membangun menara penyaring dengan tinggi lebih dari 90 meter di sekitar New Delhi.

Seperti kita tahu, ibukota India yang disesaki manusia dan industri tercatat sebagai kota dengan kualitas terburuk di dunia menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Tingginya polusi udara di New Delhi disebabkan oleh pembangkit listrik di dalam batas kota, emisi gas diesel, polusi dari limbah industri dan debu proyek konstruksi.

Selain itu, pembakaran tanaman secara ilegal di daerah pertanian yang berdekatan dengan ibukota juga memperburuk keadaan. Menurut WHO, kontribusi kabut asap beracun 40 kali lebih tinggi dari batas aman.

Baca juga: Kejamnya Pembunuh Senyap Polusi Udara dan Tips Melawannya

Menurut pemberitaan Newsweek pada Selasa (19/9/2018), proyek masa depan yang dinamai "Smog" itu bertujuan untuk menghilangkan polutan kecil di udara agar manusia dapat bernapas dengan lebih aman.

Nantinya, menara akan dibangun di sekitar kota yang memproduksi energi berbahan bakal sel surya dan gas hidrogen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Znera mengklaim, setiap menara memiliki pod penyaring di bagian dasar dan pada baling-baling udaranya. Hal ini agar menara penyaring efektif memurnikan lebih dari 3,2 juta meter kubik udara bersih setiap hari dan mengurangi tingkat polusi di daerah sekitar.

Menurut para arsitek, partikel karbon yang ditangkap penyaring udara dapat didaur ulang menjadi produk lain seperti beton, graphene, pupuk, dan tinta.

Hingga saat ini proposal masih bersifat konseptual dan belum jelas apakah mereka akan layak digunakan.

Baca juga: Tak Hanya Pernapasan, Polusi Udara Juga Mengancam Ginjal Kita

Pihak perusahaan hanya berharap dapat menerima prototipe siap kerja dalam beberapa tahun mendatang.

Sementara itu, proyek Smog telah dipilih untuk nomine World Architecture Festival kategori Future Projects - Experimental tahun ini.  Keseluruhan pemenang akan diumumkan pada akhir November nanti di Amsterdam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.