Kompas.com - 16/09/2018, 13:39 WIB
Polusi udara terlihat di langit Jakarta, Senin (3/9/2018). Menurut pantauan kualitas udara yang dilakukan Greenpeace, selama Januari hingga Juni 2017, kualitas udara di Jabodetabek terindikasi memasuki level tidak sehat (unhealthy) bagi manusia. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOPolusi udara terlihat di langit Jakarta, Senin (3/9/2018). Menurut pantauan kualitas udara yang dilakukan Greenpeace, selama Januari hingga Juni 2017, kualitas udara di Jabodetabek terindikasi memasuki level tidak sehat (unhealthy) bagi manusia.

BENGKULU, KOMPAS.COM - "Apa PLTU berbahan bakar batubara akan beroperasi di Bengkulu? Kapan? Wah mengerikan, apalagi nanti polusinya dibawa angin ke pemukiman penduduk ya," ungkap Abul Khair seorang dokter spesialis anak mengawali perbincangan, saat ditemui Kompas.com, Selasa (11/9/2018).

Abul Khair mengaku khawatir bila PLTU beroperasi, terutama penyakit turunan yang ditimbulkan polusi.

Dia memprediksi, penyakit sesak napas dan paru akan meningkat tajam, khususnya di kalangan anak-anak.

"Akan banyak warga terserang sakit paru, sesak napas. Saat paru bermasalah, maka asupan oksigen ke seluruh organ tubuh bermasalah (dan) dapat menyerang kekebalan tubuh," ujarnya dengan mimik wajah khawatir.

Baca juga: Polusi Udara, Pembunuh Senyap di Ibu Kota

Ketika tubuh kekurangan suplai oksigen ditambah kekebalan tubuh menurun, maka seseorang akan mudah ditunggangi penyakit turunan seperti kanker paru, stroke, penyakit jantung, dan infeksi saluran pernapasan, termasuk pneumonia.

Dari pengalamannya di lapangan, ada banyak anak yang tinggal di lingkungan pabrik punya riwayat sesak napas hingga paru-paru. Kondisi semakin parah saat lingkungan rumah tidak memiliki sirkulasi udara yang baik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Data Greenpeace, BMKG, dan WHO

Kekhawatiran Abul sejalan dengan data Greenpeace yang mengungkap kondisi udara di Indonesia tergolong buruk. Sumber polusinya berasal dari asap kendaraan, PLTU, industri, hingga dari pemukiman warga.

Jakarta, misalnya. Pada 18 Juli 2018, polusi udara di Jakarta tercatat berada di peringkat pertama terburuk atau tidak sehat dibanding negara-negara lain di dunia. Hal ini berdasarkan aplikasi AirVisual yang mengumpulkan data kualitas udara di kota-kota besar di dunia.

"PLTU di sekitar Kota Jakarta adalah pembunuh senyap yang menyebabkan kematian dini sekitar 5.260 jiwa rakyat Indonesia per tahun. Angka tersebut diperkirakan akan melonjak menjadi 10.680 jiwa per tahun seiring dengan rencana pembangunan PLTU baru di sekitar Jakarta," ungkap Bondan Andriyanu, Juru kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia.

Di hari yang sama, BMKG menyebut bahwa konsentrasi PM10 di Jakarta sempat mencapai 171 µg/m3. Jumlah ini melebihi ambang batas konsentrasi polusi udara di luar ruangan, yakni 150 µg/m3. Di atas ambang batas 150 µg/m3 artinya udara sudah tidak sehat.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pecahkan Rekor, Wahana Antariksa Parker Ada di Jarak Terdekat dengan Matahari

Pecahkan Rekor, Wahana Antariksa Parker Ada di Jarak Terdekat dengan Matahari

Oh Begitu
BMKG: Bibit Siklon Tropis 94W di Perairan Kamboja Pengaruhi Cuaca Indonesia

BMKG: Bibit Siklon Tropis 94W di Perairan Kamboja Pengaruhi Cuaca Indonesia

Fenomena
Nikel Indonesia Guncang Dunia, Ini Tanaman Penambang Nikel di Sorowako Sulsel

Nikel Indonesia Guncang Dunia, Ini Tanaman Penambang Nikel di Sorowako Sulsel

Oh Begitu
Ada Varian Baru Omicron, Akankah Gelombang 3 Pandemi Terjadi Akhir Tahun Ini?

Ada Varian Baru Omicron, Akankah Gelombang 3 Pandemi Terjadi Akhir Tahun Ini?

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Apa Itu Pneumonia yang Dialami Ameer Azzikra | Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

[POPULER SAINS] Apa Itu Pneumonia yang Dialami Ameer Azzikra | Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Oh Begitu
Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Oh Begitu
Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Fenomena
Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Oh Begitu
Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Fenomena
5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

Kita
Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Fenomena
5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

Kita
Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.