Kompas.com - 02/09/2018, 19:00 WIB
Ribuan ikan mati di pantai Malibu, California, AS, pekan lalu. Petugas setempat menduga kematian ribuan ikan ini karena meningkatnya suhu di AS. Ribuan ikan mati di pantai Malibu, California, AS, pekan lalu. Petugas setempat menduga kematian ribuan ikan ini karena meningkatnya suhu di AS.

KOMPAS.com - Pekan lalu, warga sekitar pantai Malibu, California, AS, dikejutkan dengan kematian ribuan ikan belanak bergaris atau Mugil cephalus. Ahli menduga suhu yang sangat panas adalah biang keladi fenomena ekstrem ini.

Selain dihuni ikan Belanak, pantai Malibu sebenarnya juga menjadi habitat ikan rainbow trout (Oncorgynchus mykissirideus) dan ikan tidewater goby (Eucyclogobius newberry). Namun anehnya, hanya spesies ikan belanak yang mati.

Hingga saat ini pejabat pemerintah kota California belum memastikan apa penyebab pasti kematian ribuan ikan belanak itu.

Sejauh ini, satu-satunya penjelasan yang paling masuk akal adalah naiknya suhu air yang lebih tinggi, yakni sekitar 27 hingga 28 derajat Celsius.

Baca juga: Waspada, 4 Tahun Mendatang Suhu Bumi akan Lebih Panas

"Suhu (air) tersebut di atas batas ketahanan ikan belanak untuk dapat bertahan hidup," ujar pejabat California State Parks dilansir Live Science, Kamis (30/8/2018).

Saat suhu air tinggi, maka oksigen di dalam air akan berkurang dan hal ini dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri juga alga.

Namun, ikan belanak biasanya sanggup bertahan di kadar oksigen rendah, jadi mungkin hal tersebut tidak berpengaruh.

Berdasarkan keterangan California State Parks, habitat dan kualitas air di pantai Malibu telah meningkat drastis sejak proyek restorasi lingkungan dimulai pada 2013. Meski begitu, kadang ada ikan-ikan kecil yang mati.

"Ini adalah kematian ikan terbesar yang pernah ada di sini," ujar Craig Sap, pengawas California State Parks kepada Los Angeles Times.

Bila ada ikan mati di pantai, biasanya petugas akan membiarkannya begitu saja untuk dimakan satwa liar. Namun karena ikan yang mati jumlahnya sangat banyak, petugas memutuskan untuk memindahkan bangkainya ke TPA setempat.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Fenomena
[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

Oh Begitu
Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Oh Begitu
Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Fenomena
Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Waspada Radius 5 KM dari Puncak

Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Waspada Radius 5 KM dari Puncak

Fenomena
Penyebab Kanker Limpa dan Faktor Risikonya

Penyebab Kanker Limpa dan Faktor Risikonya

Kita
Atom yang Mendapatkan atau Melepas Elektron untuk Pembentukan Ion

Atom yang Mendapatkan atau Melepas Elektron untuk Pembentukan Ion

Prof Cilik
Inti Sel: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Inti Sel: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Kita
Matahari akan Terbenam Lebih Lambat di Indonesia Akhir Januari 2022, Ada Apa?

Matahari akan Terbenam Lebih Lambat di Indonesia Akhir Januari 2022, Ada Apa?

Fenomena
Fenomena Ekuiluks Terjadi di Indonesia Sebulan ke Depan, Apa Dampaknya?

Fenomena Ekuiluks Terjadi di Indonesia Sebulan ke Depan, Apa Dampaknya?

Fenomena
Fenomena Salju di Gurun Sahara, Ahli Jelaskan Penyebabnya

Fenomena Salju di Gurun Sahara, Ahli Jelaskan Penyebabnya

Fenomena
Mengenal Barometer, Alat untuk Mengukur Tekanan Udara

Mengenal Barometer, Alat untuk Mengukur Tekanan Udara

Oh Begitu
Mantan Menkes Siti Fadilah Sebut Omicron Bisa Dilawan dengan Obat, Benarkah Efektif?

Mantan Menkes Siti Fadilah Sebut Omicron Bisa Dilawan dengan Obat, Benarkah Efektif?

Oh Begitu
Pengertian Medan Magnet dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Pengertian Medan Magnet dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Oh Begitu
Mungkinkah Infeksi Omicron dan Delta Terjadi Bersamaan? Ini Kata Pakar

Mungkinkah Infeksi Omicron dan Delta Terjadi Bersamaan? Ini Kata Pakar

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.