Kompas.com - 24/08/2018, 20:02 WIB

Menurutnya, paus sirip itu memiliki banyak bekas luka yang sudah sembuh akibat belitan pancing atau jaring. Ada satu luka di sisi punggung paus yang cukup dalam.

Meski begitu, Lory belum dapat menyimpulkan apakah luka-luka itu ada hubungannya dengan kematian paus.

Tentang paus sirip

Menurut World Wildlife Fund (WWF), paus sirip merupakan paus terbesar kedua di dunia setelah paus biru. Paus sirip paling besar diketahui dapat tumbuh mencapai 24 meter. Sayang, spesies ini sudah terancam punah dengan menyisakan 50.000 sampai 90.000 ekor.

Menurut American Cetacean Society, paus sirip memiliki julukan "greyhound of the sea" karena tubuh ramping yang membuat mereka dapat melaju dengan kecepatan 37 km/jam.

Habitat mereka ada di kutub terjauh dari lautan di seluruh dunia, berdampingan dengan krill atau crustacea seperti udang dan ikan kecil lainnya. Paus sirip lebih sering hidup menyendiri atau hidup dalam kelompok kecil yang hanya berisi tujuh paus.

Baca juga: Hasil Kawin Silang Lumba-lumba dan Paus Ditemukan di Hawaii

Sisa-sisa paus sirip yang terdampar di pantai Massachusetts sudah dikubur. Data dari sampel akan dilaporkan ke National Oceanic and Atmospheric Administration yang melacak jejak paus.

Lory menambahkan, jaringan juga akan diuji untuk mengetahui virus, bakteri, racun, dan kontaminan yang mungkin dapat menyebabkan kematian paus.

Setiap temuan dari paus ini mungkin akan menginformasikan kesehatan populasi paus sirip secara keseluruhan.

"Kami melakukan ini bukan hanya untuk mencari informasi tentang paus yang mati, tapi spesies paus sirip secara keseluruhan," jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.