5 Cara Hadapi Gelombang Panas dan Penjelasan Ilmiahnya

Kompas.com - 24/08/2018, 19:00 WIB
Seorang pria mendinginkan dirinya di air mancur Piazza Castello di Turin (2/8/2017) Marco BERTORELLO / AFPSeorang pria mendinginkan dirinya di air mancur Piazza Castello di Turin (2/8/2017)


KOMPAS.com - Saat gelombang panas menerpa berbagai wilayah, mulai Jepang hingga ke Inggris, kemudian dari Aljazair sampai ke California. Selain negara tersebut, hampir seluruh wilayah Indonesia juga sudah memasuki musim kemarau.

Masing-masing budaya atau negara memiliki banyak kiat untuk melawan gelombang panas. Namun, apakah semua kepercayaan yang berkembang terbukti secara ilmiah?

Berikut 5 kepercayaan melawan gelombang panas dan penjelasan ilmiahnya.

Baca juga: Musim Kemarau Meluas, BMKG: Waspada Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan

1. Minumlah lebih banyak air

Mengonsumsi lebih banyak air saat suhu tinggi menyerang dapat membantu tubuh menghindari kekurangan cairan dan melindungi ginjal.

Namun, ada perdebatan minuman apa yang sebaiknya dikonsumsi, minuman dingin atau panas.

Beberapa teori mengatakan minum air panas dapat membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak keringat sehingga tubuh jadi lebih dingin. Namun jika cairan dalam tubuh yang telah keluar tidak diganti, maka akan menyebabkan dehidrasi.

Selain karena kurang cairan, beberapa ahli berpendapat dehidrasi dapat muncul karena kita terlalu banyak minum teh atau kopi yang mengandung kafein.

Sementara itu, beberapa studi lain mendukung gagasan bahwa mengkonsumsi minuman dingin lebih baik. Dalam sebuah studi, para ahli telah mengukur bagaimana reaksi tubuh setelah berolahraga ketika meminum minuman dingin dan panas. Mereka menunjukkan minuman dingin lebih efektif mendinginkan tubuh.

Namun kesimpulan ini juga menimbulkan pro kontra terkait metode yang digunakan untuk mengukur suhu. Sebab dalam studi suhu tubuh para relawan diukur  menggunakan termometer rectal (melalui anus).

Menurut Ollie Jay, profesor bidang fisiologi termoregulasi di University of Ottawa, cairan dari minuman dingin langsung masuk ke perut, tidak jauh dari penempatan termometer. Maka tak mengherankan, suhu yang tercatat tampak turun.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X