3 Lempeng Emas dalam Peti Mati Hitam dari Zaman Firaun, Apa Maknanya?

Kompas.com - 22/08/2018, 12:53 WIB

Selain ditemukan tiga kerangka, tim arkeolog juga menemukan tiga lempeng emas yang memiliki gambar berbeda. Hingga saat ini para ahli belum mengetahui makna di baliknya.

Ahli yang tidak terlibat dalam penelitian, Jack Ogden, mengungkapkan salah satu gambar yang terdapat pada lempeng emas itu mungkin menggambarkan buah biji opium di dalam cawan. Namun arti gambar tersebut masih belum kelas.

"Opium tampaknya telah cukup banyak digunakan untuk tujuan pengobatan, tetapi mungkin ada hubungannya dengan hal lain seperti kematian dan kelahiran kembali. Ini menarik," kata Ogden dilansir Live Science, Senin (20/8/2018).

Selain lempeng emas yang mungkin menggambarkan biji opium dalam cawan, tim arkeolog juga menemukan lempeng emas bergambar ular.

"Lempeng emas bergambar ular mungkin bisa dikaitkan dengan kelahiran baru," kata Ogden menduga.

Salah satu lempeng emas dalam peti mati kuno dari zaman Firaun menunjukkan gambar ular. Salah satu lempeng emas dalam peti mati kuno dari zaman Firaun menunjukkan gambar ular.

Sementara lempeng emas terakhir yang ditemukan, diduga Ogden merupakan gambar cabang daun kelapa atau jagung.

"Gambar cabang daun kelapa atau jagung merupakan motif umum yang terkait dengan kesuburan dan kelahiran kembali," tambah Ogden yang telah melakukan penelitian ekstensif mengenai perhiasaan emas Mesir dari periode sekitar 2000 tahun lalu.

Baca juga: Peti Mati Misterius dari Zaman Firaun yang Bikin Heboh Akhirnya Dibuka

Sementara cairan merah yang ditemukan di sarkofagus, kemungkinan merupakan air saluran pembuangan dicampur dengan pembungkus mumi yang akhirnya terdekomposisi dan hancur.

Analisis lebih lanjut dari tulang belulang tersebut akan dilakukan, termasuk CT scab dan tes DNA untuk menentukan apakah mereka merupakan satu keluarga yang sama.

Lempeng emas yang ditemukan dalam peti mati kuno dari zaman Firaun mungkin merupakan gambar daun kelapa atau jagung. Lempeng emas yang ditemukan dalam peti mati kuno dari zaman Firaun mungkin merupakan gambar daun kelapa atau jagung.

Peti mati seberat 27 ton yang merupakan sarkofagus terbesar yang pernah ditemukan di wilayah tersebut itu berasal dari periode Ptolemaic awal.

Sayang ketika sarkofagus dibuka, ternyata tidak dalam kondisi yang baik. Air selokan menyusup masuk dalam peti tersebut, membuat kerangka rusak sekaligus berbau tidak sedap.

Selain itu tidak ada hal lain yang ditemukan untuk mengidentifikasi tulang-tulang tersebut.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X