Gempa, Lombok Butuh Bantuan Obat dan Vaksin - Kompas.com

Gempa, Lombok Butuh Bantuan Obat dan Vaksin

Kompas.com - 12/08/2018, 16:54 WIB
Kondisi pelayanan kesehatan di tenda darurat kecamatan Tanjung, kabupaten Lombok Utara. Foto ini diambil sepekan setelah gempa berkekuatan M 7,0 mengguncang Lombok (5/8/2018). Kondisi pelayanan kesehatan di tenda darurat kecamatan Tanjung, kabupaten Lombok Utara. Foto ini diambil sepekan setelah gempa berkekuatan M 7,0 mengguncang Lombok (5/8/2018).


LOMBOK, KOMPAS.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Puskesmas Tanjung membutuhkan bantuan obat dan vaksin.

Akibat gempa yang mengguncang Lombok Utara seminggu lalu, bangunan Puskesmas Tanjung rubuh seketika dan tak bisa digunakan.

" Obat-obatan dan vaksin ada dalam reruntuhan. Vaksinasi MR jadi terhambat," kata Ahmad, koordinator farmasi puskesmas tersebut.

Gempa menghambat vaksinasi MR di wilayah Tanjung. Dari 84 sekolah yang masuk program vaksinasi, baru 10 sekolah yang terselesaikan.

Baca juga: Gempa Lombok, Rumah Sakit Hancur, Kemenkes Kirim Bantuan

Ahmad berharap vaksin MR dapat dikirimkan sebab sejauh ini vaksinasi MR di Lombok dapat berjalan lancar di tengah isu haram halal vaksin.

Sementara itu, RSUD Tanjung membutuhkan bantuan karena masih harus menangani ratusan pasien di tengah bangunan yang rubuh.

Teguh dari bagian farmasi rumah sakit itu mengatakan, obat pencahar, diare, serta vitamin neurotropik kosong. Demikian juga salep kulit

Rumah sakit juga membutuhkan bantuan pendingin udara dan kulkas untuk obat. Beberapa obat harus disimpan dengan perlakuan suhu khusus.

"Hydrocortisone misalnya harus disimpan pada suhu 18-25 derajat celsius. Di tenda suhunya sudah mencapai 30 derajat celsius;" terangnya.

Baca juga: Mengapa Gempa Lombok Bisa Bermagnitudo Besar?

Dalam kunjungan ke RSUD Tanjung pada Minggu (12/8/2018), Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Untung Suseno Sutarjo menyanggupi pemenuhan obat.

"Kita akan penuhi kekurangan obat. Ini sebenarnya juga sudah dikirimkan tapi mungkin masih dalam perjalanan. Ini pengirimannya kan lewat laut," kata Untung.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar
Close Ads X