3 Faktor yang Membuat Gempa Lombok Sangat Merusak, Menurut BMKG

Kompas.com - 31/07/2018, 18:32 WIB
Gempa bumi bermagnitudo 6,4 mengguncang wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (29/7/2018) pukul 05.47 WIB. Gempa menyebabka korban jiwa dan luka serta rusaknya rumah warga.dok. BNPB Gempa bumi bermagnitudo 6,4 mengguncang wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (29/7/2018) pukul 05.47 WIB. Gempa menyebabka korban jiwa dan luka serta rusaknya rumah warga.


KOMPAS.com - Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, gempa Lombok dengan magnitudo M 6,4 telah merusak lebih dari seribu rumah dan menyebabkan 162 orang luka-luka dan 17 orang meninggal dunia. Wilayah kerusakan akibat gempa paling parah terjadi di Lombok Utara dan Lombok Timur.

Dari hal tersebut, banyak pertanyaan yang muncul. Salah satunya, mengapa gempa dengan kekuatan M 6,4 yang terjadi di Lombok sangat merusak?

Menjawab pertanyaan itu, Daryono selaku Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami ( BMKG) angkat bicara.

Kepada Kompas.com, ia mengatakan ada tiga faktor utama yang menyebabkan gempa Lombok sangat merusak.

Baca juga: BMKG: Lombok Memang Rawan Gempa

1. Gempa Lombok merupakan gempa kerak dangkal

Gempa Lombok merupakan gempa kerak dangkal dengan kedalaman hiposenter 24 kilometer.

"Hiposenter yang dangkal semacam ini menyebabkan nilai percepatan getaran tanah masih cukup tinggi di permukaan," kata Daryono.

Mengacu peta tingkat guncangan (shake map) BMKG, tampak sebagian besar wilayah Lombok utara dan timur mengalami guncangan yang mencapai skala intensitas VI-VII MMI.

"Dengan estimasi percepatan getaran tanah (PGA) yang lebih dari 120 gal, sudah memenuhi syarat untuk terjadi kerusakan pada bangunan," imbuhnya.

2. Wilayah terdampak gempa berupa perbukitan

Kawasan yang mengalami kerusakan akibat gempa di Lombok utara dan timur, lahannya didominasi oleh kawasan perbukitan yang tersusun batuan gunung api seperti lava, breksi, dan tufa.

Kawasan dengan kontur lembah dan perbukitan sangat rentan terjadi efek topografi.

"Efek topografi permukaan dapat memicu terjadinya amplifikasi guncangan yang lebih besar dalam arah horizontal dari pada vertikal, semakin curam lereng, maka makin besar amplifikasinya," kata Daryono.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X