Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

3 Faktor yang Membuat Gempa Lombok Sangat Merusak, Menurut BMKG

Dari hal tersebut, banyak pertanyaan yang muncul. Salah satunya, mengapa gempa dengan kekuatan M 6,4 yang terjadi di Lombok sangat merusak?

Menjawab pertanyaan itu, Daryono selaku Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami (BMKG) angkat bicara.

Kepada Kompas.com, ia mengatakan ada tiga faktor utama yang menyebabkan gempa Lombok sangat merusak.

1. Gempa Lombok merupakan gempa kerak dangkal

Gempa Lombok merupakan gempa kerak dangkal dengan kedalaman hiposenter 24 kilometer.

"Hiposenter yang dangkal semacam ini menyebabkan nilai percepatan getaran tanah masih cukup tinggi di permukaan," kata Daryono.

Mengacu peta tingkat guncangan (shake map) BMKG, tampak sebagian besar wilayah Lombok utara dan timur mengalami guncangan yang mencapai skala intensitas VI-VII MMI.

"Dengan estimasi percepatan getaran tanah (PGA) yang lebih dari 120 gal, sudah memenuhi syarat untuk terjadi kerusakan pada bangunan," imbuhnya.

2. Wilayah terdampak gempa berupa perbukitan

Kawasan yang mengalami kerusakan akibat gempa di Lombok utara dan timur, lahannya didominasi oleh kawasan perbukitan yang tersusun batuan gunung api seperti lava, breksi, dan tufa.

Kawasan dengan kontur lembah dan perbukitan sangat rentan terjadi efek topografi.

"Efek topografi permukaan dapat memicu terjadinya amplifikasi guncangan yang lebih besar dalam arah horizontal dari pada vertikal, semakin curam lereng, maka makin besar amplifikasinya," kata Daryono.

3. Bangunan tidak memenuhi standar keamanan gempa bumi

Jika kita mengamati kondisi struktur bangunan yang rusak akibat gempa Lombok, tampak hampir semua bangunan yang rusak dan rubuh tidak memenuhi standar aman gempa bumi. Hal inilah yang membuat bangunan mudah rusak dan rubuh saat diguncang gempa.

"Tingkat kerusakan bangunan akibat gempa tidak hanya disebabkan oleh besarnya magnitudo dan jaraknya dari episenter, tetapi kondisi topografi, tanah setempat, dan mutu bangunan sangat menentukan tingkat kerusakan," jelas Daryono.

Belajar dari gempa yang baru terjadi di Lombok, Daryono menganjurkan untuk perlunya digalakkan sosialisasi mitigasi gempa bumi yang berkelanjutan.

Khususnya terkait langkah aman dalam menghadapi gempa serta pentingnya membangun bangunan tahan gempa.

"Hal ini sangat penting, karena korban luka dan meninggal sebenarnya bukan disebabkan oleh gempa, tetapi akibat bangunan yang roboh dan menimpa penghuninya," tegasnya.
 
Jika warga belum mampu membangun bangunan tahan gempa, sebenarnya ada pilihan lain yaitu membangun rumah dengan mengguanakan kayu atau bambu dengan desain menarik.

"Membuat bangunan rumah tembok dengan mutu yang rendah tanpa besi tulangan yang kuat hanya akan membuat penghuninya menjadi korban saat terjadi gempa," ungkapnya.

https://sains.kompas.com/read/2018/07/31/183200423/3-faktor-yang-membuat-gempa-lombok-sangat-merusak-menurut-bmkg

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke