Kompas.com - 24/07/2018, 12:31 WIB
Ribuan kepiting yang akan di selundupkan ke Tawau Malaysia oleh nelayan tak bertanggung jawab  bulan maret lalu. Banyakny nelayan  Philipina di perairan perbatasan Indonesia dikeluhkan nelayan di Kabupaten Nunukan. Puluhan Nelayan tersebut menyaru sebagai nelayan Indonesia. Kontributor Nunukan, SukocoRibuan kepiting yang akan di selundupkan ke Tawau Malaysia oleh nelayan tak bertanggung jawab bulan maret lalu. Banyakny nelayan Philipina di perairan perbatasan Indonesia dikeluhkan nelayan di Kabupaten Nunukan. Puluhan Nelayan tersebut menyaru sebagai nelayan Indonesia.


KOMPAS.com - Permasalahan sampah plastik sudah kita hadapi sejak lama. Bukannya berkurang, sampah plastik justru kian menumpuk dan makin mengganggu lingkungan beserta isinya.

Para ahli pun banyak melakukan terobosan agar dapat mengganti plastik dengan alternatif lain. Salah satunya seperti yang dilakukan ilmuwan dari Institut Teknologi Georgia.

Menurut studi yang terbit di ACS Sustainable Chemistry and Engineering, Senin (23/7/2018), bungkus plastik dapat diganti dengan serat alami yang terbuat dari pohon dan cangkang kepiting.

Untuk membuat bahan lentur menyerupai plastik, para ahli mengambil kitin pada cangkang kepiting dan selulosa yang banyak ditemukan di pohon.

Baca juga: Ilmuwan Inggris Ciptakan Plastik yang Mudah Terurai

Kitin adalah komponen utama dari eksoskeleton (kerangka eksternal yang melindungi tubuh hewan) kepiting, serangga, dan jamur. Kitin umumnya tergabung dengan senyawa lain seperti protein, mineral, dan pigmen.

Selain sebagai pelindung hewan, kitin mereupakan biopolimer kedua yang paling melimpah kedua setelah selulosa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk menemukan solusi mengatasi masalah sampah, awalnya ahli hanya meneliti selulosa.

"Kami telah mengamati nanokristal selulosa selama beberapa tahun dan mengupayakan agar dapat digunakan untuk mengemas makanan. Seperti kita tahu, kemasan makanan sangat penting saat ini," kata profesor J. Carson Meredith yang menulis studi dalam sebuah pernyataan dilansir Newsweek, Senin (23/7/2018).

Meredith dan timnya baru menyadari kitin dapat digunakan sebagai alternatif pengemasan produk setelah mereka menemukan kitin bermuatan positif, di sisi lain selulosa bermuatan negatif.

Menurut para ahli, jika kedua bahan yang berlimpah biopolimer itu dikawinkan maka akan tercipta lapisan dengan kualitas unggul.

Halaman:


Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X