Kompas.com - 20/07/2018, 20:01 WIB


KOMPAS.com - Berkat manusia purba Neanderthal, kita mengenal dan dapat memanfaatkan api. Meski kita tahu api ditemukan Neanderthal, kapan pastinya api pertama kali ditemukan terus menjadi perdebatan.

Setelah sekian lama, akhirnya para ahli menemukan jawabannya. Sebuah penelitian yang terbit di jurnal Scientific Reports mengungkap bahwa Neanderthal menggunakan alat batu untuk membuat percikan api sejak 50.000 tahun lalu.

Hal ini baru terungkap sekarang karena pada dasarnya selama ini para arkeolog memiliki masalah besar dalam mempelajari kehidupan Neanderthal. Terlebih, sangat sulit menemukan bukti fisik yang digunakan kaun Neanderthal di masa lalu karena mereka menggunakan alat yang sifatnya sementara atau hanya sekali pakai.

Baca juga: Inilah Lem Pertama di Dunia, Penciptanya Neanderthal

"Hal ini menjadi tantangan besar bagi para arkeolog untuk mengenali dan mengidentifikasi alat-alat tersebut," ujar penulis studi Andrew Sorenson dari Universitas Leiden, dilansir Newsweek, Kamis (19/7/2018).

Beruntung, para ahli berhasil menemukan barang bukti dengan tekstur yang lebih keras di Perancis. Dari sinilah, para ahli dapat menganalisis kapan sebenarnya api pertama kali diciptakan Neanderthal.

"Alat batu yang sering dijuluki kapak tangan ini diprediksi merupakan bagian dari dari tradisi Mausteriuan (tradisi pembuatan alat kaum Neanderthal, red), umurnya sekitar 50.000 tahun. Ini semacam senjata tajam bagi kaum Neanderthal yang berguna untuk berbagai macam hal dan digunakan dalam jangka waktu lama," ujar Sorenson.

Menurutnya, kapak tangan juga berfungsi untuk membuat api.

Hal itu dibuktikannya dengan temuan jejak pirit (mineral yang mengandung besi dan belerang, red) di sisi datar alat tersebut. Bekas pukulan itu diduga muncul saat digunakan untuk membuat api.

"Mungkin Neanderthal memegang kapak tangan dengan salah satu tangan dan memukul pirit di permukaan yang datar untuk menciptakan percikap api dan diarahkan ke dahan kering untuk membuat api unggun," kata Sorenson.

"Dengan memakai sisi datar dari kapak tangan, Neanderthal dapat menggunakan ujungnya yang tajam untuk hal lain," imbuhnya.

Baca juga: Ilmuwan Temukan Fungsi Hidung Besar Manusia Purba Neanderthal

Implikasi dari penelitian ini tak hanya mengenal sejarah api, namun juga menunjukkan bagaimana Neanderthal memiliki pengetahuan luar biasa tentang lanskap, pemikiran mereka yang maju tentang alat pembuat api, dan memahami materinya.

"Saya tidak tahu apakah studi ini akan mengubah pemahaman kita tentang Neanderthal, namun yang pasti studi ini membuktikan bahwa Neanderthal tidak bodoh dan memiliki kemampuan tak kalah dari manusia modern dalam menggunakan teknologi canggih untuk bertahan an berkembang," ujar Sorenson.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.