Selain Gaya Hidup, Polusi Udara Terbukti Picu Perkembangan Diabetes

Kompas.com - 01/07/2018, 20:03 WIB
Suasana jalan di New Delhi yang diselimuti kabut tebal akibat polusi terparah, Selasa (7/11/2017). (AFP/Prakash Singh) Suasana jalan di New Delhi yang diselimuti kabut tebal akibat polusi terparah, Selasa (7/11/2017). (AFP/Prakash Singh)

Al-Ay dan timnya bekerja sama dengan para ilmuwan dari Pusat Epidemiologi Klinik Veteran dalam memeriksa 1,7 veteran AS yang tidak memiliki riwayat diabetes. Rata-rata para peserta telah dipantau selama 8,5 tahun.

Informasi dari para veteran kemudian dibandingan dengan data kualitas udara untuk memeriksa hubungan antara diabtes dan polusi udara.

Dari sini, mereka menemukan adanya risiko diabetes erat hubungannya dengan polusi udara.

Ahli telah merancang sebuah model untuk mengukur risiko diabetes atas tingkat polusi yang berbeda dengan menggunakan data dari studi Global Burden of Disease tahunan di seluruh dunia. Data ini untuk memperkirakan prevalensi diabetes yang disebabkan udara buruk.

Baca juga: Polusi Udara, Pembunuh Senyap di Ibu Kota

Diabetes dialami lebih dari 420 juta orang di seluruh dunia dan menjadi salah satu penyakit yang paling cepat berkembang di dunia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X