Hampir Semua Pohon di Eropa Malnutrisi karena Polusi Udara

Kompas.com - 25/06/2018, 20:32 WIB
Orang-orang menyeberangi jembatan dalam di St Jamess Park di London pada 21 Juni 2017. Eropa berada di bawah gelombang panas pada 21 Juni dan London bersiap untuk menghadapi hari terpanas di Inggris sejak tahun 1976. Orang-orang menyeberangi jembatan dalam di St Jamess Park di London pada 21 Juni 2017. Eropa berada di bawah gelombang panas pada 21 Juni dan London bersiap untuk menghadapi hari terpanas di Inggris sejak tahun 1976.


KOMPAS.com - Polusi udara tidak hanya bertanggung jawab atas munculnya penyakit emfisima dan kanker paru-paru, yang membuat jutaan orang di seluruh dunia meninggal.

Menurut penelitian ilmuwan Inggris, pencemaran udara juga membuat pohon kekurangan gizi karena telah mematikan jamur yang memberi nutrisi untuk pohon.

Banyak pohon di Inggris dan Eropa yang menunjukkan tanda-tanda penyakit, seperti pertumbuhan daun yang jarang dan daun berubah warna.

Baca juga: Polusi Udara, Pembunuh Senyap di Ibu Kota

Tingginya tingkat nitrogen dalam air hujan diduga memecah jaringan akar raksasa, di mana pohon saling bertukar senyawa penting lewat akar yang berkaitan dengan jamur bawah tanah.

Hal ini diketahui setelah ilmuwan dari Imperial College dan Kew Gardens di Inggris mempelajari 13.000 sampel tanah dari 137 lokasi hutan di 20 negara.

Dalam laporan di jurnal Nature, peneliti mencatat 15 sampai 90 persen hutan di Inggris sudah terkena polutan yang menembus tanah dan mengganggu komunitas perkumpulan mikroba di sekitar akar pohon.

Akibatnya, jamur tidak dapat menghasilkan nutrisi cukup untuk perkembangan pohon sehingga pohon kekurangan gizi.

Perlu diketahui, akar pohon bergantung pada jamur mikoriza untuk mengekstrak unsur hara tanah seperti nitrogen, fosfor, dan kalium agar dapat tumbuh sehat. Sebagai imbalannya, akar memberikan karbon pada jamur.

Baca juga: Polusi Turun Drastis dalam 4 Tahun, Bagaimana China Melakukannya?

Penelitian ini bukan studi yang baru dilakukan. Mereka sudah memeriksa toleransi jamur terhadap polusi udara selama sepuluh tahun terakhir.

"Ada kecenderungan mengkhawatirkan bahwa hampir semua pohon di Eropa kekurangan gizi dan ini bisa membuat hutan rentan terhadap hama, penyakit, dan perubahan iklim," kata peneliti utama Martin Bidartondo dilansir Xinhua, Minggu (24/6/2018).

Menurut Bidartondo, karakteristik pohon dan kondisi lingkungan merupakan prediktor paling penting untuk menentukan seberapa banyak spesies jamur mikoriza yang baik untuk pohon tumbuh.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Xinhuanet
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Kita
[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

Oh Begitu
Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Fenomena
Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Fenomena
Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Oh Begitu
Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Fenomena
CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

Fenomena
Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Fenomena
Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Fenomena
239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

Kita
Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Oh Begitu
Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Oh Begitu
Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Oh Begitu
Studi: Virus Mencuri Kode Genetis Manusia, Ciptakan Gen Campuran Baru

Studi: Virus Mencuri Kode Genetis Manusia, Ciptakan Gen Campuran Baru

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X