Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 28/06/2018, 20:33 WIB
Resa Eka Ayu Sartika

Penulis

Hal ini berlangsung beberapa tahun dan menyebabkan kebangkrutan banyak perusahaan konsol video game.

Namun, di tengah carut marut usaha konsol game tersebut, industri rumahan video game mulai pulih pada 1985 ketika Nintendo Entertainment System (NES), yang disebut Famicom di Jepang, datang ke Amerika Serikat.

NES telah meningkatkan grafis, warna, suara, dan gameplay 8-bit dari konsol sebelumnya.

Pada tahun 1989, Nintendo membuat tren baru dengan mempopulerkan handheld gaming dengan merilis perangkat game video Game Boy 8-bit dan game Tetris yang sering dikemas.

Tahun-tahun berikutnya, persaingan konsol game terus memanas. Hingga sekitar 1995, permainan 3D mulai digandrungi.

Saat itu, Sega merilis konsol game pertama yang dimainkan menggunakan CD dan bukan kartrid. Langkah ini mengalahkan Sony dengan Playstation-nya.

Meski begitu, Paystation tetap mendominasi pasar. Bahkan, hingga generasi berikutnya, Playstation tetap punya tempat tersendiri bagi para pecinta video game.

Baca juga: Mungkinkah Kecanduan Game adalah Bentuk Kekosongan Jiwa?

Video Game Modern

Pada 2005 dan 2006, era modern game berteknologi tinggi dimulai. Ini ditandai dengan diluncurkannya Xbox 360 oleh Microsoft, Sony Playstation 3, dan Nitendo Wii.

Namun, ketiganya tak mampu menghalau bahwa video game mulai memasuki gawai dan berbagai platform media sosial.

Salah satu game yang menandai hal ini adalah Angry Bird. Pada 2012, Rovio, perusahaan dibalik game ini meraup 200 juta dollar Amerika.

Hingga kini, video game telah dimainkan oleh banyak orang dari segala usia.

Sayangnya, video game kini tak lagi sebagai sarana hiburan atau belajar. Justru, permainan ini bagi sebagian orang menimbulkan kecanduan.

Seseorang bisa dibilang kecanduan game jika memenuhi tiga hal berikut:

1. Seseorang tidak bisa mengendalikan kebiasaan bermain game.

2. Seseorang mulai memprioritaskan game di atas kegiatan lain.

3. Seseorang terus bermain game meski ada konsekuensi negatif yang jelas terlihat.

WHO mengatakan, ketiga hal ini harus terjadi atau terlihat selama satu tahun sebelum diagnosis dibuat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com