Ada 2 Jenis Air dalam Setiap Gelas yang Anda Minum

Kompas.com - 02/06/2018, 18:06 WIB
Ilustrasi air minum naumoidIlustrasi air minum

KOMPAS.com – Setiap molekul air tersusun oleh satu atom oksigen dan dua atom hidrogen. Namun, tahukah Anda bahwa tergantung dari putaran kuantumnya, ada dua jenis molekul air dan keduanya selalu ada di dalam gelas Anda?

Pada molekul air pertama yang disebut “ortho-water” kedua hidrogen berputar ke arah yang sama. Sebaliknya pada “para-water”, hidrogen berputar ke arah yang berbeda.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Stefan Willitsch dari University of Basel menyelidiki bagaimana kedua jenis air ini berbeda dalam kemampuan mereka untuk menjalani reaksi kimia (reaktivitas kimia).

Pertama, mereka memisahkan kedua jenis air ini dengan menggunakan medan elektrik dan metode yang diciptakan oleh Jochen Kupper dari Hamburg Center for Free-Electron Laser Science.

Baca juga: Bagaimana Aturan Minum Air Selama Puasa?

Medan magnet tersebut telah diatur secara khusus untuk menarik “ortho-water” dan “para-water” dan mendorongnya ke dua ember kecil.

Para peneliti kemudian menggunakan ion dianzenylium yang sangat dingin ke kedua ember untuk mengubah H20 menjadi H30+.

Rupanya, “para-water” bereaksi 25 persen lebih cepat terhadap diazenylium daripada “ortho-water”. Walaupun tidak mengetahui alasannya secara pasti, para peneliti menduga bahwa perbedaan putaran ini memengaruhi gaya antarmolekul.

Dalam jurnal Nature Communications yang memublikasikan studi ini, tim peneliti menulis, menurut pengetahuan kami, studi ini adalah yang pertama dalam mempelajari bagaimana molekul netral poliatomik (seperti air) yang dipilih berdasarkan rotasinya bereaksi terhadap ion.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X