Tanpa Letusan Besar Vesuvius, Pompeii Tetap Terancam Binasa

Kompas.com - 09/11/2017, 17:37 WIB
Italy, Pompeii. An original Roman lead pipe. (Photo by PHAS/UIG via Getty Images)PHAS Italy, Pompeii. An original Roman lead pipe. (Photo by PHAS/UIG via Getty Images)

KOMPAS.com - Kota Pompeii, Italia adalah sebuah kota legendaris yang terkenal dengan letusan gunung Vesuvius. Tapi tahukah Anda, jika tidak binasa karena hal itu, seisi kota Pompeii mungkin musnah perlahan karena keracunan?

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Toxicology pada Minggu (5/11/2017) mengungkapkan, selain gunung berapi ternyata kota Pompeii punya ancaman tersembunyi lain yang mematikan.

Ancaman itu datang dari pipa-pipa sistem air yang masuk ke dalam rumah warganya.

Tes terbaru dari fragmen atau sisa pipa timbal kota kuno tersebut menunjukkan bukti adanya antimon, unsur logam yang sangat beracun. Unsur tersebut kemudian bercampur dengan timbal sehingga menjadi racun yang lebih kuat.

Baca juga: Waspadai Bahaya Keracunan Karbon Monoksida di Dalam Rumah

Menurut tes, jumlah antimon yang ditemukan cukup banyak untuk membuat sistem pasokan air kota akan mengandung jumlah logam yang akan menyebabkan serangan diare dan muntah berhari-hari. Hal ini berpotensi mengakibatkan dehidrasi berat dan kerusakan hati dan ginjal dari waktu ke waktu.

Infrastruktur Beracun

Sejak awal abad ke-18, sejarawan berpendapat bahwa sistem pipa timbal yang bercabang melalui kota-kota di Romawi akan menyebabkan keracunan dan akhirnya menyebabkan jatuhnya kekaisaran.

Benar saja, pipa timbal tersebut ternyata menjadi pilihan yang buruk untuk mengalirkan air minum.

Meskipun timbal hanya sedikit berkorosi dibanding logam lainnya, partikel timbal bisa terlepas ke dalam air dan dapat menumpuk di tubuh manusia yang akhirnya menyebabkan keracunan timbal.

Seiring waktu, akumulasi timbal pada orang dewasa dapat membahayakan ginjal dan sistem saraf. Bahkan, dapat menyebabkan stroke atau kanker.

Anak-anak dan bayi juga sangat rentan terhadap keracunan timbal yang dapat menghambat perkembangan.

Tapi elemen logam antimon rupanya jauh lebih berbahaya dan menjadi ancaman besar bagi kesehatan orang Romawi kuno.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorResa Eka Ayu Sartika
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X