Dampak Tersembunyi dari Rencana Peralihan Jaringan 4G ke 5G

Kompas.com - 22/05/2018, 18:06 WIB
Ilustrasi jaringan 5G IstIlustrasi jaringan 5G

KOMPAs.com - Untuk memperlancar komunikasi, peningkatan jaringan menjadi kebutuhan utama. Dunia pun tengah bersiap untuk beralih dari jaringan 4G ke 5G. Amerika Serikat, misalnya, menggagas peluncuran jaringan 5G di 12 kota pada akhir tahun mendatang.

Jaringan 5G ini menandai kemajuan panggilan telepon, berkirim pesan singkat, dan berselancar di dunia maya. Pasalnya, teknologi nirkabel generasi kelima ini mentransmisikan data dengan kecepatan tinggi.

Namun, rencana tersebut menuai kecaman dari salah satu badan pemerhati keanekaragaman hayati dan ekosistem di Eropa, Eklipse. Pasalnya, menurut mereka ada ancaman lingkungan di balik semua itu.

Mereka menyoroti hal tersebut setelah mencermati lebih dari 97 penelitian seputar radiasi elektromagnetik dan pengaruhnya bagi lingkungan.

Baca juga: Ilmuwan Pertanyakan Temuan Radiasi Ponsel Picu Tumor

Dari seluruh penelitian tersebut, dapat dirangkum bahwa radiasi melemahkan kemampuan radar burung serta serangga.

Seperti yang diberitakan AFP, sebuah studi pada tahun 2010 bahkan mencatat bahwa sinyal elektromagnetik yang terpancar dari menara jaringan telekomunikasi membingungkan para burung dan serangga saat bermigrasi.

Akibatnya, musim kawin dan bertelur mereka terganggu. Tak bisa dimungkiri, ini memicu turunnya populasi hewan-hewan tersebut.

Radiasi elektromagnetik turut mengacaukan pertumbuhan tanaman. Metabolisme tanaman terganggu akibat paparan radiasi tersebut.

Baca juga: Sanggupkah Kita Hidup Tanpa Ponsel seperti Selena Gomez?

Oleh karena berdampak buruk, sebuah badan amal di Inggris, Buglife, meminta agar pemancar jaringan 5G tidak dipasang menyatu dengan tiang lampu jalan.

Sebab, lampu dikhawatirkan akan menarik perhatian para serangga. Padahal, jaringan 5G yang menempel mengancam kelangsungan hidup mereka.

Lembaga ini juga menuntut adanya aturan yang berpihak pada lingkungan seandainya rencana penerapan jaringan 5G terealisasi.

“Kita telah menerapkan batasan polusi untuk melindungi kelayakan lingkungan hidup kita. Sayangnya, batas aman radiasi elektromagnetik belum ditentukan apalagi diterapkan, bahkan di Eropa sekalipun,” ujar CEO Buglife, Matt Shardlow seperti dikutip dari News Week, Senin, (21/5/2018).



Sumber Newsweek
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ternyata Sebelum Ada Oksigen, Makhluk Hidup di Bumi Menghirup Arsenik

Ternyata Sebelum Ada Oksigen, Makhluk Hidup di Bumi Menghirup Arsenik

Fenomena
Kematian Dokter Gigi akibat Covid-19 Meningkat, Begini Protokol Periksa Gigi

Kematian Dokter Gigi akibat Covid-19 Meningkat, Begini Protokol Periksa Gigi

Kita
BMKG Dukung Mekanisme Riset Potensi Tsunami ITB dan Kajian Sebelumnya

BMKG Dukung Mekanisme Riset Potensi Tsunami ITB dan Kajian Sebelumnya

Kita
BMKG: Hingga Besok, Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

BMKG: Hingga Besok, Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

Fenomena
Misteri Menghilangnya Virus Mematikan dari Cacar Zaman Viking sampai SARS

Misteri Menghilangnya Virus Mematikan dari Cacar Zaman Viking sampai SARS

Fenomena
Orang Tanpa Gejala dan Bergejala Covid-19 Memiliki Jumlah Virus Sama

Orang Tanpa Gejala dan Bergejala Covid-19 Memiliki Jumlah Virus Sama

Oh Begitu
Kematian Akibat Covid-19, Data Terbaru IDI Ungkap 228 Tenaga Kesehatan Meninggal Dunia

Kematian Akibat Covid-19, Data Terbaru IDI Ungkap 228 Tenaga Kesehatan Meninggal Dunia

Oh Begitu
Gumpalan Merah Misterius di Pantai Washington, Mungkinkah Gurita?

Gumpalan Merah Misterius di Pantai Washington, Mungkinkah Gurita?

Fenomena
BMKG: Potensi Tsunami 20 Meter untuk Dorong Mitigasi, Bukan Picu Kepanikan

BMKG: Potensi Tsunami 20 Meter untuk Dorong Mitigasi, Bukan Picu Kepanikan

Oh Begitu
Peneliti Ungkap Kromoson Y pada Pria Tak Hanya Mengatur Fungsi Seksual

Peneliti Ungkap Kromoson Y pada Pria Tak Hanya Mengatur Fungsi Seksual

Oh Begitu
Gurun Sahara Pernah Hijau, Bisakah Surga Itu Kembali Lagi?

Gurun Sahara Pernah Hijau, Bisakah Surga Itu Kembali Lagi?

Fenomena
Semprotan Hidung Bisa Hentikan Replikasi Virus Corona, Ilmuwan Jelaskan

Semprotan Hidung Bisa Hentikan Replikasi Virus Corona, Ilmuwan Jelaskan

Fenomena
Mengenaskan, Penguin Ditemukan Mati karena Telan Masker N95

Mengenaskan, Penguin Ditemukan Mati karena Telan Masker N95

Oh Begitu
Pandemi Covid-19, Simak 10 Tips Aman Bersepeda agar Tak Kena Corona

Pandemi Covid-19, Simak 10 Tips Aman Bersepeda agar Tak Kena Corona

Oh Begitu
Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Ini yang Harus Kita Lakukan

Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Ini yang Harus Kita Lakukan

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X