Kompas.com - 16/05/2018, 18:05 WIB
Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah bersama sejumlah pihak menggelar kegiatan Rukyatul Hilal, di lantai 6 Gedung J, Universitas Muria Kudus (UMK), ?Selasa (15/5/2018) sore. Pelaksanaan pemantauan bulan tersebut bertujuan untuk menentukan awal puasa.? KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTOKementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah bersama sejumlah pihak menggelar kegiatan Rukyatul Hilal, di lantai 6 Gedung J, Universitas Muria Kudus (UMK), ?Selasa (15/5/2018) sore. Pelaksanaan pemantauan bulan tersebut bertujuan untuk menentukan awal puasa.?

KOMPAS.com - bulan Ramadhan akan segera tiba. Salah satu yang tak pernah absen saat jelang Ramadhan adalah penentuan bulan baru.

Penentuan bulan baru ini didasarkan oleh penglihatan (rukyat) atau perhitungan (hisab).

Kedua metode ini juga diterima sebagai mazhab dalam ilmu astronomi.

Seiring berjalannya waktu, ilmu astronomi mengalami perkembangan. Salah satunya dalam teknologi yang digunakan.

Ninok Leksono dalam tulisannya di Kompas.com pada 2010 menyebut bahwa orang mempelajari alam semesta dengan banyak cara, mulai dari observasi, dengan teleskop yang makin canggih, hingga abstraksi yang didukung oleh ilmu matematika amat hebat.

Selain melihat hilal atau bulan baru, ilmu tentang bumi dan bulan masih sangat luas. Khususnya, tentang masa depan hubungan bumi dan bulan.

Baca juga: Bulan Terlalu Rendah, Sidang Isbat Mungkin Putuskan Awal Ramadhan 17 Mei

Pertanyaan yang mendasar adalah apakah hubungan tersebut masih akan terus berlangsung seperti sekarang?

Para ahli tata surya mulai berdiskusi tentang hal ini dan membuat beberapa skenario.

Di antara skenario itu, salah satunya didasarkan pada teori evolusi bintang. Teori ini menyebutkan bahwa matahari akan mengembang menjadi bintang raksasa merah.

Jika hal itu terjadi, maka bumi dan bulan akan melayang di sekitar atmosfer matahari.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anak Asma Berhak Mendapatkan Pengobatan yang Adekuat

Anak Asma Berhak Mendapatkan Pengobatan yang Adekuat

Oh Begitu
6 Penyebab Beruntusan Susah Hilang

6 Penyebab Beruntusan Susah Hilang

Kita
Cara Mencegah Terjadinya Komplikasi pada Pasien Hipertensi

Cara Mencegah Terjadinya Komplikasi pada Pasien Hipertensi

Oh Begitu
Jumlah Spesies Burung Terancam Punah di Indonesia Terbanyak di Dunia

Jumlah Spesies Burung Terancam Punah di Indonesia Terbanyak di Dunia

Fenomena
Wisatawan Tewas Tersambar Petir di Bogor, Bagaimana Manusia Bisa Tersambar Petir?

Wisatawan Tewas Tersambar Petir di Bogor, Bagaimana Manusia Bisa Tersambar Petir?

Oh Begitu
Bagaimana Hipertensi Dapat Menyebabkan Kerusakan Organ?

Bagaimana Hipertensi Dapat Menyebabkan Kerusakan Organ?

Oh Begitu
Jokowi Bolehkan Lepas Masker di Luar Ruangan, Epidemiolog: Sebaiknya Jangan Terburu-buru

Jokowi Bolehkan Lepas Masker di Luar Ruangan, Epidemiolog: Sebaiknya Jangan Terburu-buru

Kita
[POPULER SAINS] Pantau Suhu Maksimum Cuaca Panas di Indonesia | Letusan Gunung Tonga Ledakan Terbesar | Makan Nanas Bikin Mulut Gatal

[POPULER SAINS] Pantau Suhu Maksimum Cuaca Panas di Indonesia | Letusan Gunung Tonga Ledakan Terbesar | Makan Nanas Bikin Mulut Gatal

Oh Begitu
Jangan Remehkan Hipertensi, 4 Organ Tubuh Ini Bisa Rusak akibat Komplikasi

Jangan Remehkan Hipertensi, 4 Organ Tubuh Ini Bisa Rusak akibat Komplikasi

Oh Begitu
Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Dialami Usia Muda

Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Dialami Usia Muda

Kita
Medina Zein Disebut Alami Bipolar Tahap Akhir, Ini Kata Psikiater

Medina Zein Disebut Alami Bipolar Tahap Akhir, Ini Kata Psikiater

Kita
Asteroid 2013 UX Lewat Dekat Bumi Hari Ini, Akankah Menabrak Bumi?

Asteroid 2013 UX Lewat Dekat Bumi Hari Ini, Akankah Menabrak Bumi?

Fenomena
NASA Bagikan Suara dari Lubang Hitam Supermasif di Galaksi Bima Sakti

NASA Bagikan Suara dari Lubang Hitam Supermasif di Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Kenapa Matahari Tenggelam? Ini Penjelasannya Menurut Sains

Kenapa Matahari Tenggelam? Ini Penjelasannya Menurut Sains

Fenomena
WHO Selidiki Keterkaitan Virus Corona dengan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

WHO Selidiki Keterkaitan Virus Corona dengan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.