Studi Baru Temukan, Kehilangan Pasangan Tingkatkan Risiko Kematian

Kompas.com - 10/05/2018, 19:05 WIB

KOMPAS.com - Kematian menjadi peristiwa memilukan yang begitu membekas bagi jiwa kita. Apalagi bila yang pergi meninggalkan kita adalah pasangan hidup.

Bahkan, studi terbaru mengungkap bahwa meninggalnya suami atau istri tidak cuma bikin jiwa terguncang. Namun, juga meningkatkan risiko kematian bagi pasangan yang masih hidup.

Menurut penelitian yang terbit di Psychoneuroendocrinology, hal itu berkaitan dengan munculnya potensi penyakit kardiovaskuler saat masa berkabung.

Hasil itu didapat setelah para peneliti menganalisis kondisi 32 responden yang pasangannya baru meninggal. Proporsi peserta yang dilibatkan yakni 22 persennya pria dan 78 persennya wanita. Mereka berumur antara 51 hingga 80 tahun.

Baca juga : Anjingnya Mati, Seorang Wanita Alami Sindrom Patah Hati dan Masuk UGD

Dari seluruh peserta, 47 persen di antaranya menunjukkan penurunan tingkat HRV. Sitokin yang dimiliki oleh partisipan juga cederung lebih tinggi. Ini dibuktikan dengan meningkatnya TNF-alpha sebanyak tujuh persen, dan kenaikan IL-6 sebanyak lima persen.

Kandungan sitokin dan tingkat HRV tersebut dibandingkan dengan 33 orang yang tidak ditinggalkan oleh pasangan.

Temuan kenaikan kadar sitokin pro-inflamasi menunjukkan adanya peradangan dalam aliran darah. Oleh karena itu, ada potensi besar bagi mereka untuk terkena penyakit jantung yang berujung kematian.

Apalagi frekuensi denyut jantung (HRV) kelompok janda atau duda cenderung terus menurun.

Baca juga : Mati karena Patah Hati Itu Nyata, Sains Membuktikannya

“Dalam enam bulan pertama seusai kehilangan pasangan, risiko kematian janda atau duda meningkat 41 persen,” ujar peneliti utama, Chris Fagundes, asisten profesor psikologi Universitas Rice.

Ia menambahkan, kenaikan risiko tersebut di antaranya disumbang oleh penyakit kardiovaskular sebanyak 53 persen, sehingga duka cita akibat kehilangan orang tercinta bisa berujung morbiditas dan mortalitas.

Harapannya, studi ini kelak bisa mengarah pada langkah supaya orang tidak berlarut dalam kesedihan akibat kematian pasangannya. Dengan demikian, para dunda dan janda bisa terbebas dari ancaman penyakit jantung dan kematian yang mengintai.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.