Kompas.com - 07/05/2018, 22:08 WIB


KOMPAS.com - Otak merupakan produk jutaan tahun evolusi. Untuk memahami bagaimana mamalia dan burung berevolusi dalam memahami bunyi yang kompleks, para ilmuwan Jerman memutuskan untuk melakukan penelitian terhadap buaya nil (Crocodylus niloticus).

Reptil ini dipilih karena mereka sudah hidup sejak 200 juta tahun lalu dan tidak mengalami perubahan selama ribuan tahun. Lewat buaya, para ilmuwan berharap dapat memahami struktur dan perilaku otak.

Untuk pertama kalinya, buaya nil ditempatkan ke alat pemindai MRI. Selama buaya dipindai otaknya, musik klasik yang mewakili bunyi kompleks diperdengarkan.

Data rekaman pola otak buaya saat merespon bunyi kemudian dibandingkan dengan pengamatan otak pada mamalia dan burung.

Baca juga : Ini Gambaran yang Terjadi di Mulut Saat Kita Berbicara atau Bernapas

Diwartakan Gizmodo, Jumat (4/5/2018), penelitian yang dipimpin Felix Ströckens dari Departemen Biopsikologi di Ruhr University Bochum, Jerman, memindai buaya dengan menggunakan functional MRI (fMRI).

Perangkat ini umumnya digunakan untuk mendiagnosis atau mempelajari mamalia seperti anjing, namun ini adalah pertama kalinya hewan berdarah dingin dianalisis dalam mesin tersebut.

Tantangan penelitian

Penelitian yang terbit di  jurnal Proceedings of the Royal Society B, Rabu (25/4/2018), bukanlah eksperimen yang sederhana dan aman.

"Kesulitan dalam pemindaian buaya adalah kenyataan bahwa mereka reptil berdarah dingin dan sedikit berbahaya," kata Ströckens kepada Gizmodo.

Kesulitan yang dimaksud Ströckens adalah hal teknis. Misalnya, untuk mendapatkan sinyal otak yang jelas, bergantung pada suhu tubuh hewan. Berbeda dengan mamalia, buaya berdarah dingin dan suhu tubuh mereka berubah ketika suhu ruangan berubah.

Halaman:
Sumber Gizmodo


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.