Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/04/2018, 17:35 WIB
Michael Hangga Wismabrata,
Resa Eka Ayu Sartika

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kondisi kesehatan Inuka, beruang kutub pertama yang lahir di daerah tropis, semakin memburuk. Hal ini membuat tim medis Wildlife Reserves Singapore (WRS) terpaksa melakukan eutanasia pada Rabu pagi (25/4/2018).

Beruang kutub Inuka harus "ditidurkan selamanya" karena penyakit arthritis yang mengerogoti tubuhnya tak kunjung sembuh. Wakil CEO dan Kepala Life Sciences di WRS, Dr. Cheng Wen-Haur, berkata, eutanasia pada Inuka dilakukan pada pukul 7 pagi waktu setempat. 

Keputusan ini tentu bukan hal yang mudah. Tapi, menurut Wen-Haur, perawatan yang dijalani hanya akan memperpanjang penderitaan Inuka dan memberikan tekanan baginya.

“Berdasar hasil pemeriksaan medis hari ini, luka terbuka di kaki dan perutnya belum membaik secara signifikan meskipun sudah dilakukan pengobatan tambahan selama tiga minggu terakhir," ungkap pihak WRS dalam pernyataan resmi mereka dikutip dari Channel News Asia, Rabu (25/4/2018).

Baca Juga: Inuka, Beruang Kutub Singapura Terancam Eutanasia

"Luka-luka tersebut cukup dalam dan hanya akan menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan pada Inuka, dan kondisinya semakin parah ketika arthritisnya memburuk," imbuh pihak WRS.

Sebelumnya, tim dokter sudah berupaya keras melakukan perawatan dan memberi pengobatan kepada Inuka. Sayangnya, tidak terjadi kondisi yang diharapkan.

"Dokter berharap perawatan yang dilakukan sejak pemeriksaan terakhir akan menghasilkan peningkatan yang lebih baik, dan karena itu tidak terjadi, artinya kondisi kesehatan dan kesejahteraan Inuka terganggu dan perlu aksi nyata agar tidak memperpanjang penderitaan Inuka," ujar pihak WRS.

Mr Mohan Ponichamy, pengasuh utama Inuka, mengatakan bahwa sepanjang malam para penjaga menemani Inuka  dan memastikannya nyaman.

"Dalam persiapan anestesi, dia perlu diisolasi. Kami menghabiskan hampir sepanjang hari bersamanya (untuk) memastikan dia tenang. Kami memberinya makan dengan air. Dia responsif dan masih bisa mengikuti sinyal," kata Mohan.

Pihak WRS berencana menggelar acara penghormatan khusus pada hari Kamis (26/4/2018). Selain itu, pihak WRS juga akan melakukan autopsi untuk memahami kondisi Inuka sepenuhnya.

Pihak kebun binatang juga berencana mengawetkan bagian-bagian tubuh Inuka agar dapat menjadi bahan pembelajaran di dunia pendidikan. 

Kartu ucapan dari pengunjung kebun binatang untuk Inuka Kartu ucapan dari pengunjung kebun binatang untuk Inuka

Inuka mati pada usia 27 tahun dan usia ini melebihi perkiraan awal harapan hidup seekor beruang kutub. Di alam liar, beruang kutub rata-rata usianya sekitar 15-18 tahun, dan di penangkaran rata-rata mencapai 25 tahun.

Baca juga: Kisah Sedih di Balik Ibu Beruang Kutub yang Nekat Bangunkan Walrus

"Di alam liar ketika hewan yang mati secara alami, itu bisa panjang dan berlarut-larut. Bisa jadi hewan itu telah tua atau mereka... mungkin tidak secepat atau sesehat dulu. Jika Anda seekor binatang yang harus memburu hewan lain untuk bertahan hidup (dan) Anda tidak bisa melakukan itu lagi, Anda bisa kelaparan, mungkin bisa bertahan selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan sebelum mati, "kata Dr Cheng.

"Untuk hewan di bawah perawatan, kami tidak akan pernah membiarkan itu terjadi. Kami akan selalu merawat mereka. Jadi itu berarti bahwa kami benar-benar akan mencoba untuk mengobati kondisi selama jangka waktu tertentu," imbuhnya.

Perawatan yang dilakukan mungkin bisa terjadi dalam jangka waktu mingguan, bulanan, hingga tahunan. Selama itu, para penjaga akan mengamati kualitas hidup hewan yang dirawat.

"Kami memiliki banyak indikator yang memungkinkan kami untuk menilai apakah ia memiliki kehidupan yang baik. Ketika kami melihat semua indikator, yang besar adalah indikator kesehatan, bisakah kita merawat sakit atau luka pada hewan tersebut?" ujar Dr Cheng.

"Kami bisa, tetapi pada akhirnya itu hanya akan menjadi perawatan itu sendiri akan menyebabkan dia lebih stres dan lebih tidak nyaman. Itu tidak selalu memungkinkan dia untuk sembuh kembali dan pasti akan memperpanjang penderitaannya secara tidak perlu," tambahnya.

Tampaknya, Inuka akan menjadi beruang kutub terakhir yang menjadi koleksi di kebun binatang. Sejak 2006 pihak kebun binatang memutuskan untuk fokus menampilkan satwa liar dan spesies asli dari Asia Tenggara yang terancam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seperti Apa Hiu Tertua yang Berusia Ratusan Tahun?

Seperti Apa Hiu Tertua yang Berusia Ratusan Tahun?

Oh Begitu
Apakah Ikan Air Asin Bisa Hidup di Air Tawar?

Apakah Ikan Air Asin Bisa Hidup di Air Tawar?

Oh Begitu
8 Cara Menjaga Kesehatan Saat Cuaca Panas Ekstrem

8 Cara Menjaga Kesehatan Saat Cuaca Panas Ekstrem

Oh Begitu
Apa Penyebab Cuaca Panas Ekstrem di Indonesia?

Apa Penyebab Cuaca Panas Ekstrem di Indonesia?

Oh Begitu
Mengapa Tidak Ada Narwhal di Penangkaran?

Mengapa Tidak Ada Narwhal di Penangkaran?

Oh Begitu
Bagaimana Wortel Bisa Berwarna Oranye?

Bagaimana Wortel Bisa Berwarna Oranye?

Oh Begitu
Apakah Aman Makan Sushi?

Apakah Aman Makan Sushi?

Kita
Fakta Menarik Kentut, Hasilkan 500 Mililiter Gas Per Hari (Bagian 1)

Fakta Menarik Kentut, Hasilkan 500 Mililiter Gas Per Hari (Bagian 1)

Kita
Apa yang Harus Dilakukan untuk Mengelola Sampah?

Apa yang Harus Dilakukan untuk Mengelola Sampah?

Kita
Sains Jelaskan Manfaat Jus Bawang Bombai untuk Rambut Rontok

Sains Jelaskan Manfaat Jus Bawang Bombai untuk Rambut Rontok

Oh Begitu
Apa Manfaat Air Cucian Beras untuk Kesehatan?

Apa Manfaat Air Cucian Beras untuk Kesehatan?

Oh Begitu
Penyebab Cegukan dan Cara Mengatasinya

Penyebab Cegukan dan Cara Mengatasinya

Oh Begitu
Mengapa Ikan Bau Amis?

Mengapa Ikan Bau Amis?

Oh Begitu
Minyak Kelapa Baik Dikonsumsi Saat Diet, Ini Alasannya

Minyak Kelapa Baik Dikonsumsi Saat Diet, Ini Alasannya

Kita
Mengapa Wajah Memerah Saat Malu?

Mengapa Wajah Memerah Saat Malu?

Oh Begitu
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com