Pihak kebun binatang juga berencana mengawetkan bagian-bagian tubuh Inuka agar dapat menjadi bahan pembelajaran di dunia pendidikan.
Inuka mati pada usia 27 tahun dan usia ini melebihi perkiraan awal harapan hidup seekor beruang kutub. Di alam liar, beruang kutub rata-rata usianya sekitar 15-18 tahun, dan di penangkaran rata-rata mencapai 25 tahun.
Baca juga: Kisah Sedih di Balik Ibu Beruang Kutub yang Nekat Bangunkan Walrus
"Di alam liar ketika hewan yang mati secara alami, itu bisa panjang dan berlarut-larut. Bisa jadi hewan itu telah tua atau mereka... mungkin tidak secepat atau sesehat dulu. Jika Anda seekor binatang yang harus memburu hewan lain untuk bertahan hidup (dan) Anda tidak bisa melakukan itu lagi, Anda bisa kelaparan, mungkin bisa bertahan selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan sebelum mati, "kata Dr Cheng.
"Untuk hewan di bawah perawatan, kami tidak akan pernah membiarkan itu terjadi. Kami akan selalu merawat mereka. Jadi itu berarti bahwa kami benar-benar akan mencoba untuk mengobati kondisi selama jangka waktu tertentu," imbuhnya.
Perawatan yang dilakukan mungkin bisa terjadi dalam jangka waktu mingguan, bulanan, hingga tahunan. Selama itu, para penjaga akan mengamati kualitas hidup hewan yang dirawat.
"Kami memiliki banyak indikator yang memungkinkan kami untuk menilai apakah ia memiliki kehidupan yang baik. Ketika kami melihat semua indikator, yang besar adalah indikator kesehatan, bisakah kita merawat sakit atau luka pada hewan tersebut?" ujar Dr Cheng.
"Kami bisa, tetapi pada akhirnya itu hanya akan menjadi perawatan itu sendiri akan menyebabkan dia lebih stres dan lebih tidak nyaman. Itu tidak selalu memungkinkan dia untuk sembuh kembali dan pasti akan memperpanjang penderitaannya secara tidak perlu," tambahnya.
Tampaknya, Inuka akan menjadi beruang kutub terakhir yang menjadi koleksi di kebun binatang. Sejak 2006 pihak kebun binatang memutuskan untuk fokus menampilkan satwa liar dan spesies asli dari Asia Tenggara yang terancam.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.