Kompas.com - 25/04/2018, 17:35 WIB
Inuka menyelam di kolam renang pada 23 April 2018, dua hari sebelum diturunkan. (Foto: Gaya Chandramohan) Inuka menyelam di kolam renang pada 23 April 2018, dua hari sebelum diturunkan. (Foto: Gaya Chandramohan)

KOMPAS.com - Kondisi kesehatan Inuka, beruang kutub pertama yang lahir di daerah tropis, semakin memburuk. Hal ini membuat tim medis Wildlife Reserves Singapore (WRS) terpaksa melakukan eutanasia pada Rabu pagi (25/4/2018).

Beruang kutub Inuka harus "ditidurkan selamanya" karena penyakit arthritis yang mengerogoti tubuhnya tak kunjung sembuh. Wakil CEO dan Kepala Life Sciences di WRS, Dr. Cheng Wen-Haur, berkata, eutanasia pada Inuka dilakukan pada pukul 7 pagi waktu setempat. 

Keputusan ini tentu bukan hal yang mudah. Tapi, menurut Wen-Haur, perawatan yang dijalani hanya akan memperpanjang penderitaan Inuka dan memberikan tekanan baginya.

“Berdasar hasil pemeriksaan medis hari ini, luka terbuka di kaki dan perutnya belum membaik secara signifikan meskipun sudah dilakukan pengobatan tambahan selama tiga minggu terakhir," ungkap pihak WRS dalam pernyataan resmi mereka dikutip dari Channel News Asia, Rabu (25/4/2018).

Baca Juga: Inuka, Beruang Kutub Singapura Terancam Eutanasia

"Luka-luka tersebut cukup dalam dan hanya akan menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan pada Inuka, dan kondisinya semakin parah ketika arthritisnya memburuk," imbuh pihak WRS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, tim dokter sudah berupaya keras melakukan perawatan dan memberi pengobatan kepada Inuka. Sayangnya, tidak terjadi kondisi yang diharapkan.

"Dokter berharap perawatan yang dilakukan sejak pemeriksaan terakhir akan menghasilkan peningkatan yang lebih baik, dan karena itu tidak terjadi, artinya kondisi kesehatan dan kesejahteraan Inuka terganggu dan perlu aksi nyata agar tidak memperpanjang penderitaan Inuka," ujar pihak WRS.

Mr Mohan Ponichamy, pengasuh utama Inuka, mengatakan bahwa sepanjang malam para penjaga menemani Inuka  dan memastikannya nyaman.

"Dalam persiapan anestesi, dia perlu diisolasi. Kami menghabiskan hampir sepanjang hari bersamanya (untuk) memastikan dia tenang. Kami memberinya makan dengan air. Dia responsif dan masih bisa mengikuti sinyal," kata Mohan.

Pihak WRS berencana menggelar acara penghormatan khusus pada hari Kamis (26/4/2018). Selain itu, pihak WRS juga akan melakukan autopsi untuk memahami kondisi Inuka sepenuhnya.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.