Kompas.com - 08/04/2018, 17:02 WIB
Ilustrasi masalah jerawat DragonImagesIlustrasi masalah jerawat


KOMPAS.com - Jerawat di wajah adalah salah satu hal yang paling mengesalkan. Tapi, tahukah Anda ternyata jerawat ada hubungannya dengan masa lalu evolusi kita.

Hal ini pula yang membedakan manusia dengan hewan. Wajah kita sangat mudah dihiasi jerawat, namun tidak dengan hewan.

Jerawat yang secara ilmiah dikenal sebagai Acne vulgaris, sebenarnya muncul ketika folikel rambut tersumbat oleh minyak kulit dan sel kulit mati.

Benjolan merah yang meradang disebabkan oleh iritasi sebagai respon terhadap Propionibacterium acnes, bakteri penyebab jerawat yang tinggal di kulit tiap orang.

Baca juga : Kenapa Ada Orang yang Selalu Jerawatan? Riset Ungkap Alasannya

Dilansir IFL Science, Sabtu (7/4/2018), sebenarnya kebersihan hanya menyumbang sedikit faktor terkait munculnya jerawat. Justru, faktor diet dan genetika yang banyak berperan menimbulkan jerawat.

Jerawat yang umumnya muncul saat masa pubertas, timbul karena perubahan hormon yang mengakibatkan kelenjar sebasea pada kulit mengeluarkan lebih banyak sekresi berminyak yang dikenal dengan istilah sebum.

Sebagian besar mamalia menghasilkan sebum untuk melumasi dan melembabkan kulit dengan menciptakan lapisan lilin. Cara ini juga digunakan kulit sebagai penghalang kuman agar tidak menembus kulit.

Menurut ahli teori evolusi Stephen Kellet dan Paul Gilbert, evolusi pada manusia telah menghilangkan banyak sekali rambut pada manusia. Meski demikian, kelenjar sebaceous tetap memompa sedikit sebum di kulit kita.

Menurut mereka, sedikit rambut di kulit manusia akan membuat sebum menumpuk dan mengakibatkan pori-pori lebih mudah tersumbat.

Hal ini sebenarnya juga dialami oleh anjing atau kucing yang berambut pendek. Contohnya kucing persia yang sangat rentan mengalami jerawat kucing di sekitar wajah dan dagu. Kedua area itu memang memiliki rambut jauh lebih pendek dari area tubuh lainnya.

Baca juga : Ini Sebabnya Anda Tergoda Memencet Jerawat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Pap Smear, Prosedur untuk Mendeteksi Kanker Serviks

Mengenal Pap Smear, Prosedur untuk Mendeteksi Kanker Serviks

Kita
Perbedaan Bioma Stepa dan Sabana

Perbedaan Bioma Stepa dan Sabana

Oh Begitu
Cumi-cumi yang Berenang di Laut Terdalam di Dunia Ditemukan di Filipina

Cumi-cumi yang Berenang di Laut Terdalam di Dunia Ditemukan di Filipina

Oh Begitu
Seismograf, Penemuan Alat Deteksi Gempa yang Pertama Kali Digunakan di China

Seismograf, Penemuan Alat Deteksi Gempa yang Pertama Kali Digunakan di China

Oh Begitu
Mengapa Letusan Gunung Berapi Tonga Sangat Besar dan Menimbulkan Tsunami? Ahli Jelaskan

Mengapa Letusan Gunung Berapi Tonga Sangat Besar dan Menimbulkan Tsunami? Ahli Jelaskan

Fenomena
Mengenal Egg Freezing, Prosedur yang Dijalani Luna Maya untuk Memiliki Anak

Mengenal Egg Freezing, Prosedur yang Dijalani Luna Maya untuk Memiliki Anak

Oh Begitu
Ketahui Gejala Omicron yang Sering Muncul dan Cara Mencegah Penularannya

Ketahui Gejala Omicron yang Sering Muncul dan Cara Mencegah Penularannya

Oh Begitu
Panda Hanya Makan Bambu, Mengapa Tubuh Panda Tetap Besar?

Panda Hanya Makan Bambu, Mengapa Tubuh Panda Tetap Besar?

Oh Begitu
Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Fenomena
Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Oh Begitu
NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

Fenomena
Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Oh Begitu
Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Oh Begitu
[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

Oh Begitu
Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.