Gurun Sahara Terus "Tumbuh", Apa Artinya Bagi Manusia?

Kompas.com - 01/04/2018, 17:00 WIB
Jejak kereta api ditutupi oleh pasir sebagai akibat dari perambahan gurun pada tahun 2013 di Stasiun Kereta Api Ogrein di Sudan. (Mohamed Nureldin Abdallah / Reuters) ReutersJejak kereta api ditutupi oleh pasir sebagai akibat dari perambahan gurun pada tahun 2013 di Stasiun Kereta Api Ogrein di Sudan. (Mohamed Nureldin Abdallah / Reuters)

Saat menyentuh atmosfer, udara panas tersebut justru menyebar ke arah kutub utara dan selatan. Dengan kata lain, udara tidak tidak turun kembali ke wilayah subtropis di bawahnya.

Akibatnya, di wilayah tersebut udara menjadi panas dan mengering. Ini yang membuat gurun tercipta dan atau menjadi wilayah dengan curah hujan sedikit.

"Perubahan iklim kemungkinan besar mempengaruhi sirkulasi Hadley dan menyebabkan gurun subtropis di wilayah utara meluas," kata Nigam.

Pada saat bersamaan, perluasan selatan gurun Sahara terjadi akibat Atlantic Multidecadal Oscillation (AMO). AMO adalah kondisi saat terjadi fluktuasi suhu hangat dan dingin di sebagian besar wilayah Samudera Atlantik dalam kurun waktu 50 hingga 70 tahun.

Siklus hangat akan mengirimkan curah hujan ke daerah subtropis dan siklus dingin justru menjauhkannya.

Selain itu, perubahan iklim yang disebabkan oleh ulah manusia, juga dapat meningkatkan intensitas dan lamanya siklus kemarau yang lebih panas.

Baca Juga: Hutan Ini Jadi Berbunga-bunga karena Perubahan Iklim, Bagaimana Bisa?

Temuan ini didapatkan Nigam dan Natalie Thomas, kandidat doktoral di Universitas Maryland, dengan menggunakan data dari Global Precipitation Climatology Center. Data tersebut mereka gunakan untuk meneliti petunjuk dan pola curah hujan dari tahun 1920 hingga 2013.

Pola curah hujan itu latas dikompilasikan dengan data satelit selama kurang lebih "tiga dekade terakhir".

Keduanya memastikan bahwa saat fase positif sekitar awal tahun 1930-an hingga awal 1960-an. Pada tahun-tahun tersebut, AMO mengirimkan lebih banyak hujan ke wilayah sekitar Sahara.

Sayangnya, fase tersebut kemudian beralih menjadi siklus negatif yang terjadi selama 40 tahun terakhir ini.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X