Kompas.com - 30/03/2018, 10:46 WIB
Seorang pengunjung melihat potret diri yang dilukis Vincent Van Gogh. Pameran ini diselenggarakan di Museum Orsay, Maret 2014. Van Gogh / Artaud. The Man Suicided by Society Seorang pengunjung melihat potret diri yang dilukis Vincent Van Gogh. Pameran ini diselenggarakan di Museum Orsay, Maret 2014. Van Gogh / Artaud. The Man Suicided by Society

Perjuangannya inilah yang membuat Dr. Pichet Udomratn, anggota Asian Network of Bipolar Disorder (ANBD), bersama dengan International Bipolar Foundation (IBPF), dan International Society for Bipolar Disorder (ISBD) mengusulkan menjadikan hari lahir Van Gogh sebagai hari bipolar sedunia.

Lewat peringatan ini, mereka berharap kepedulian publik terhadap penyandang gangguan bipolar bisa meningkat.

Baca juga : Temuan Baru Ungkap Tanda-tanda Awal dari Ganguan Bipolar

Kehidupan Van Gogh

Van Gogh lahir dalam keluarga kelas menengah atas. Ia tumbuh menjadi bocah serius, tenang, dan bijaksana. Ia juga suka menggambar, diajari ibunya. Namun, kepribadian Van Gogh mulai berubah saat ibunya memindahkannya ke sekolah asrama di London sekitar 1860-an.

Dia merasa ditinggalkan keluarga. Van Gogh kecil menjadi depresi, merasa kesepian, dan kerap sakit-sakitan. Setelah pindah kembali ke rumah orang tuanya pada Maret 1869, Van Gogh menulis bahwa masa kecilnya begitu keras dan dingin.

Minat menggambar Van Gogh sudah muncul sejak kecil. Minat ini tumbuh kembali pada 1881 saat ia suka memperhatikan lingkungannya dan mengabadikannya dalam coretan gambar indah. Lukisan bergaya post impresionis-nya terus berkembang seiring berjalannya waktu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selagi terus mengembangkan melukis, Van Gogh sebenarnya sering mengalami halusinasi dan delusi. Meski sadar kestabilan mentalnya mengkhawatirkan, Van Gogh lebih memilih mengabaikan kesehatan.

Pola makan dan minumnya terganggu. Tak hanya itu, Van Gogh pun pernah memotong sebagian telinga kirinya ketika sedang marah dengan sahabatnya, Gauguin.

Sejak saat itu, ia masuk ke rumah sakit psikiatri yang ada di Saint-Rémy, Perancis, dan pernah dirawat oleh dokter homoeopati bernama Paul Gachet di Auvers-sur-Oise dekat Paris. Depresinya terus berlanjut, hingga Van Gogh memilih untuk bunuh diri.

Setelah peristiwa bunuh diri, namanya justru melambung. Ia dikenal sebagai seniman yang menggabungkan kegilaan dan kreativitas. Pejuang bipolar yang terus melawan penyakit mentalnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.