Kompas.com - 17/02/2018, 14:06 WIB
ilustrasi skizofrenia ilustrasi skizofrenia

Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan di Science pada Kamis (8/2/2018) mengungkap adanya kesamaan pola ekspresi gen di otak individu yang menderita autis dengan pengidap gangguan bipolar atau skizofrenia.

Kemiripan antara tiga kelainan tersebut ditunjukkan dengan adanya pengaktifan astrosit dan penekanan gen yang ada pada sinaps, percabangan di antara neuron.

Pada penderita autisme, para peneliti juga mengindentifikasikan munculnya respons yang secara khusus ditunjukkan gen terhadap sel kekebalan yang disebut mikroglia.

Jika ditemukan individu dengan kondisi seperti itu, orang tersebut cenderung akan punya gangguan dalam bahasa, mudah tersinggung, dan agresif. Pengidap tiga kelainan tersebut juga menunjukkan adanya variasi genetik tertentu.

Baca juga : Ilmuwan Temukan Metode Baru Identifikasi Autisme, Bagaimana Caranya?

“Untuk kali pertama, dari temuan ini terbukti bahwa ekspresi gen dapat dimanfaatkan untuk mendefinisikan kelainan fenotipe yang menyimpang,” kata ketua peneliti, Daniel Geschwind, profesor neurologi, psikiatri, dan genetika manusia di Universitas California, Los Angels.

“Fenotip ini berhubungan dengan jalur molekuler dan seluler yang mungkin sudah tidak berfungsi lagi,” imbuhnya seperti yang dikutip dari Scientific American pada Kamis (8/2/2018).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penelitian yang dilakukan Geschwind dan kelompoknya dilakukan pada tahun 2011. Mereka mencoba mengidentifikasi ekspresi gen pada jaringan otak orang yang sudah meninggal dengan sampel 19 orang penderita autis dan 17 orang tanpa autis.

Lantas, mereka juga melakukan studi terbaru dengan menambah jumlah sampel: 50 orang pengidap autis, 159 orang dengan skizofrenia, dan 94 orang penderita gangguan bipolar, 87 orang yang depresi, 17 orang pecandu alkohol, dan 293 orang yang normal. Jaringan korteks serebral para responden diidentifikasi.

Baca juga : Sains Tunjukkan Bagaimana Autis Merespons Bau, Hasilnya Tak Terduga

Hasilnya, ekspresi gen di otak sebagai penanda autis terlihat tumpang tindih dengan yang dimiliki penderita skizofrenia dan gangguan bipolar. Diketahui bahwa dari responden tersebut, 24 diantaranya kemungkinan mengidap autis, 315 orang  dengan skizofrenia, dan 94 orang dengan gangguan bipolar.

Dalam kajian molekuler, peneliti membagi gen berdasarkan modul jenis dan fungsinya. Dari sini, muncul  keserupaan dari tiga kelainan tersebut. Otak penderita sama-sama menampakkan tingkat ekspresi gen yang rendah terhadap tiga modul neuron.

Dua dari modul tersebut berperan dalam komunikasi neuron, sedangkan modul lainnya bertugas sebagai mitokondria, yakni menghasilkan energi untuk sel. Baik autis, bipolar, atau skizofrenia sama-sama menampakkan naiknya ekspresi gen dalam modul astrosit.

Variasi gen pada tiga modul neuron biasanya dialami para penderita autis dan skizofrenia. Gen yang mengandung mutasi spontan, ada hubungannya dengan salah satu modul sinapsis. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa ragam gen berpengaruh pada ekspresi gen saat mengirimkan sinyal ke sinapsis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Varian Beta dan Omicron dari Satu Negara, Mengapa Afrika Rawan Munculnya Varian Baru Covid-19?

Varian Beta dan Omicron dari Satu Negara, Mengapa Afrika Rawan Munculnya Varian Baru Covid-19?

Oh Begitu
Pecahkan Rekor, Wahana Antariksa Parker Ada di Jarak Terdekat dengan Matahari

Pecahkan Rekor, Wahana Antariksa Parker Ada di Jarak Terdekat dengan Matahari

Oh Begitu
BMKG: Bibit Siklon Tropis 94W di Perairan Kamboja Pengaruhi Cuaca Indonesia

BMKG: Bibit Siklon Tropis 94W di Perairan Kamboja Pengaruhi Cuaca Indonesia

Fenomena
Nikel Indonesia Guncang Dunia, Ini Tanaman Penambang Nikel di Sorowako Sulsel

Nikel Indonesia Guncang Dunia, Ini Tanaman Penambang Nikel di Sorowako Sulsel

Oh Begitu
Ada Varian Baru Omicron, Akankah Gelombang 3 Pandemi Terjadi Akhir Tahun Ini?

Ada Varian Baru Omicron, Akankah Gelombang 3 Pandemi Terjadi Akhir Tahun Ini?

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Apa Itu Pneumonia yang Dialami Ameer Azzikra | Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

[POPULER SAINS] Apa Itu Pneumonia yang Dialami Ameer Azzikra | Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Oh Begitu
Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Oh Begitu
Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Fenomena
Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Oh Begitu
Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Fenomena
5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

Kita
Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Fenomena
5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.