Kompas.com - 30/03/2018, 10:46 WIB
Seorang pengunjung melihat potret diri yang dilukis Vincent Van Gogh. Pameran ini diselenggarakan di Museum Orsay, Maret 2014. Van Gogh / Artaud. The Man Suicided by Society Seorang pengunjung melihat potret diri yang dilukis Vincent Van Gogh. Pameran ini diselenggarakan di Museum Orsay, Maret 2014. Van Gogh / Artaud. The Man Suicided by Society


KOMPAS.com - Bagi pecinta lukisan aliran post impresionisme, lukisan minyak berjudul The Starry Night yang dibuat tahun 1889 mungkin bukan hal asing.

Lukisan berlatar biru yang menggambarkan keindahan pemandangan desa dari balik jendela Saint-Rémy-de-Provence, Perancis itu merupakan hasil karya pelukis asal Belanda, Vincent Willem van Gogh.

Selain The Starry Night, lukisan karya Van Gogh lainnya mencapai ribuan. Tepatnya lebih dari 2.100 lukisan, di mana 860-nya merupakan lukisan minyak.

Semuanya dibuat pria kelahiran 30 Maret 1853 itu saat berusia 27 tahun. Ia membuat ribuan lukisan itu dalam waktu 10 tahun, tepat satu dekade sebelum aksi bunuh dirinya.

Baca juga : Autis, Bipolar, dan Skizofrenia Ternyata Punya Kemiripan Gen

Berbagai macam karya kaya emosi dan warna, berhasil membuat decak kagum seniman lain dan penggemarnya. Mulai dari lukisan lanskap pemandangan, wajah orang lain, wajah dirinya sendiri, bunga, hingga hamparan sawah.

Dua tahun sebelum menembakkan senapan ke dada pada 27 Juli 1890, Van Gogh makin produktif berkarya. Ternyata, ini adalah saat krisis Van Gogh berjuang melawan penyakit mentalnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selagi melukis, mood Van Gogh dapat berubah drastis. Ia menjadi merasa depresi, cemas, dan kesepian.

Gejolak psikoemosional ini diketahui dari surat-surat yang dikirimkan Van Gogh untuk adiknya, Theo.

"Saya sangat marah pada diri saya sendiri karena saya tidak dapat melakukan apa yang harus saya lakukan. Saya merasa ada seseorang tergeletak di dasar sumur yang dalam dan gelap dengan tangan dan kakinya terikat, benar-benar tak berdaya," bunyi salah satu surat Van Gogh yang menggambarkan ia sedang mengalami serangan depresi, dilansir Brain Pickings.

Selagi Van Gogh merasa sedang sangat putus asa, ia memiliki optimisme yang bisa membangkitkannya lagi untuk melukis seperti tertera dalam surat berikut.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.