Kompas.com - 26/03/2018, 17:35 WIB
Ilustrasi MarkMallesonIlustrasi

Para peneliti berusaha mengabadikan peristiwa itu. Mereka berhasil merekam bagaimana pengejaran tersebut berakhir dengan induk bayi orcas memuluk penjantan itu dengan keras menggunakan siripnya.

Sang bayi paus pemunuh itu sendiri tidak bisa diselamatkan dan mati.

Ini merupakan pertama kalinya paus pembunuh teramati membunuh bayi dari spesiesnya sendiri. Meski dalam berbagai penelitian, pembunuhan bayi sudah biasa pada hewan lain, tapi pada paus pembunuh ini pertama kalinya diketahui.

Baca juga: 150 Paus Pilot Terdampar di Pantai Australia, Apa Artinya Bagi Kita?

"Di antara mamalia darat, sebagian besar dilaporkan pada primata, karnivora, dan hewan pengerat," tulis laporan penelitian tersebut.

"Namun, bukti meyakinkan untuk pembunhan cetacea (kelompok hewan laut yang terdiri dari paus, lumba-lumba, dan pari) hanya terjadi pada tiga spesies lumba-lumba," sambungnya.

Alasannya...

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Melihat bayi paus pembunuh tersebut tidak dimakan setelah mati, ini menunjukkan adanya motif lain dari pembunuhan tersebut. Para peneliti menyatakan bahwa ini mungkin contoh dari apa yang disebut "perilaku pemilihan seksual".

Dengan kata lain, pejantan tersebut membunuh bayi orcas untuk kawin dengan induknya.

"Pada mamalia lain, kita tahu bahwa dalam banyak kasus, pejantan membunuh bayi spesies mereka untuk memaksa induknya menjadi subuh lebih cepat," kata Towers.

Dalam kasus ini, induk pejantan membantunya untuk menenggelamkan bayi itu.

"Induk paus pembunuh terkenal karena membantu anak-anak mereka yang sudah dewasa dengan berbagi makanan dan memimpin mereka, bahkan mungkin memberi kesempatan pada anaknya (pejantan dewasa) untuk kawin," imbuh Towers.

Halaman:


Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X