Kompas.com - 14/03/2018, 19:34 WIB
Stephen Hawking Stephen Hawking

Atas dasar keinginannya tersebut, akhirnya Hawking mengemukakan teori Big Bang. Ia menjelaskan bahwa alam semesta berasal dari sebuah ledakan besar.

Salah satu kutipannya tentang hal ini tertuang di buku A Brief Hostory of Time yang terbit pada 1988. Kutipan ini menunjukkan pendapatnya tentang alasan mengapa alam semesta ada.

"Jika kita menemukan jawabannya, itu akan menjadi kemenangan tertinggi akal manusia  karena kemudian kita akan mengetahui pikiran Tuhan," tulisnya.

Baca juga: 3 Prediksi Stephen Hawking tentang Nasib Manusia dan Bumi

Sebelum Big Bang

Setelah membuat teori tentang awal mula alam semesta, Hawking sering mendapat pertanyaan tentang apa yang terjadi sebelum Big Bang.

Bahkan pertanyaan tersebut baru-baru ini terlontar dari rekan sejawatnya, Neil deGrasse Tyson pada sebuah wawancara yang ditayangkan di National Geographic Channel.

Hawking menjawab bahwa itu bergantung pada teori "no-boundary proposal" yang ia ciptakan bersama koleganya, James Hartle.

"Peristiwa sebelum Big Bang tidak didefiniskan secara pasti, karena tidak mungkin seseorang mengukur apa yang terjadi," kata Hawking dikutip dari Live Science, Jumat (02/03/2018).

Tentang Tuhan

Berangkat dari teorinya tentang penciptaan alam semesta, Hawking punya pemikiran sendiri tentang Tuhan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.