Stephen Hawking: 2600 Bumi akan Menjadi Bola Panas - Kompas.com

Stephen Hawking: 2600 Bumi akan Menjadi Bola Panas

Kontributor Sains, Monika Novena
Kompas.com - 10/11/2017, 20:03 WIB
Stephen HawkingBluewater Comics Stephen Hawking

KOMPAS.com - Berbagai prediksi tentang akhir kehidupan di bumi alias kiamat sering terlontar dari cenayang hingga para ilmuwan. Kali ini, prediksi tentang akhir kehidupan di bumi kembali di lontarkan dari kalangan ilmuwan, yaitu fisikawan ternama asal Inggris, Stephen Hawking.

Hal ini disampaikan Hawking melalui video di Tencent Web Summit yang diadakan di Beijing. Hawking memperingatkan jika planet ini bisa saja hancur dan manusia hanya punya waktu 583 tahun lagi untuk mencari tempat tinggal yang baru sebelum akhirnya berubah bumi menjadi bola panas dan memanggang isinya.

Menurutnya, umat manusia harus menghadapi pertumbuhan populasi yang makin cepat di beberapa abad kedepan. Hawking mencatat bahwa populasi dunia meningkat dua kali lipat setiap 40 tahun.

"Pada tahun 2600, populasi bumi akan meningkat pesat dan konsumsi listrik yang berlebihan juga akan membuat planet ini menjadi sangat panas. Dan ini tidak bisa dipertahankan," katanya dikutip dari Geekwire, Selasa (7/11/2017).

Baca juga: Tahun 2100, Bumi Akan Menunjukkan Tanda-tanda Kiamat

Hawking melihat ini sebagai faktor yang akan memaksa manusia untuk segera menemukan rumah baru di luar Bumi. Itu mengapa dia mendukung proyek bernama Breakthrough Starshot. Dimana salah satu pencapaiannya adalah menggirimkan wahana antariksa berukuran nano ke Alpha Centauri (sistem bintang terdekat dari tata surya kita) hanya dalam waktu 20 tahun.

"Gagasan di balik inovasi tersebut adalah memiliki wahana nano bertenaga cahaya," kata Hawking.

"Sistem seperti ini memungkinkan kita mencapai Mars dalam waktu kurang dari satu jam, atau mencapai Pluto dalam beberapa hari, melewati Voyager dalam waktu kurang dari seminggu dan mencapai Alpha Centauri hanya dalam waktu 20 tahun," tambahnya.

Sistem Alpha Centauri sendiri berjarak 25 triliun mil atau 4,37 tahun cahaya dari bumi. Dengan pesawat ruang angkasa tercepat di dunia saat ini, dibutuhkan waktu sekitar 30.000 tahun untuk sampai ke sana.

Maka, terobosan Starshot ini bertujuan untuk menentukan apakah wahana dengan ukuran beberapa gram ini bisa melaju seribu kali lebih cepat. Sebelumnya astronom memang sudah memperkirakan kemungkinan yang masuk akal soal adanya planet mirip bumi di sistem bintang Alpha Centauri.

Tapi sekali lagi, meski telah berhasil mengirimkan wahana ke Alpha Centauri bukan berarti pekerjaan rumah selesai. Mengirimkan manusia ke luar sistem tata surya atau ke Mars tentunya membutuhkan pesawat luar angkasa yang lebih besar dan lebih canggih.

Akankah kita siap?

Baca juga: Tahun 2100, Suhu Asia Selatan Diprediksi Terlalu Panas untuk Manusia

PenulisKontributor Sains, Monika Novena
EditorResa Eka Ayu Sartika

Komentar
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM