Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Meski Idap ALS, Stephen Hawking Mampu Bertahan 55 Tahun dan Punya Anak

Kompas.com - 14/03/2018, 13:56 WIB
Resa Eka Ayu Sartika

Penulis

Baca selengkapnya: Tak Bisa Bergerak, Bagaimana Stephen Hawking Bisa Punya Anak?

Punya Anak

Saat seseorang didiagnosis mengidap ALS, berarti kemampuan saraf motoriknya akan berkurang. Salah satu efeknya adalah hilangnya kemampuan gerak.

Dengan kata lain, untuk melakukan seks pada penderita ALS adalah hal yang sulit. Ini sering menjadi pertanyaan, bagaimana Hawking bisa punya anak padahal sulit.

Menurut Reference.com, salah satu yang mendukung Hawking untuk memiliki anak adalah proses degenerasi saraf motorik akibat ALS yang berlangsung lambat.

Hawking didiagnosis ALS pada tahun 1963. Ia menikah pada tahun 1965 dan memiliki anak pertama pada 1967. Saat itu, bagian bawah tubuhnya masih bisa digerakkan.

Tahun-tahun berikutnya, fungsi gerak tubuh Hawking semakin menurun tetapi belum mengalami paralisis (kelumpuhan). Hawking masih bisa berhubungan seks hingga melahirkan anak ketiganya pada tahun 1979.

Bertahan 55 Tahun

Sebuah keajaiban bahwa Hawking bisa bertahan selama 55 tahun dengan penyakit ALS. Ini juga mengundang pertanyaan bagaimana ia bisa bertahan begitu lama.

Sebenarnya, tidak ada yang tahu pasti mengapa Hawking bertahan begitu lama dengan penyakit saraf tersebut. Namun, yang diketahui para peneliti adalah penyakit ini memang memiliki perkembangan bervariasi tergantung penderitanya.

Salah satu faktor yang mungkin berperan dalam kelangsungan hidup pasien adalah genetika. Ilmuwan telah mengidentifikasi lebih dari 20 gen berbeda yang terlibat dalam ALS, ungkap Dr Anthony Geraci, Direktur Neuromuscular Center di Northwell Health's Neuroscience Institute, New York.

Baca selengkapnya: Ulang Tahun Ke-76, Bagaimana Stephen Hawking Hidup Lama dengan ALS?

"ALS mungkin 20 atau lebih penyakit berbeda saat kita mempertimbangkan dasar genetik," kata Geraci, yang tidak terlibat dalam pengobatan Hawking dikutip dari Live Science, Senin (08/01/2018).

Beberapa perbedaan genetik ini sepertinya memengaruhi berbagai aspek penyakit, termasuk kelangsungan hidup penderitanya.

Beberapa penelitian juga menemukan bahwa diagnosis ALS di usia muda juga dikaitkan dengan waktu bertahan (hidup) yang lebih lama. Hawking sendiri didiagnosis penyakit ini dalam usia relatif muda karena menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS), padahal biasanya penyakit ini diderita orang berusia 55-75 tahun.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Video Pilihan Video Lainnya >

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com