Kompas.com - 13/03/2018, 19:28 WIB

Hal ini memengaruhi kemampuan mental mereka. Pada tantangan yang didesain untuk memecahkan masalah pun, orangutan yang punya rasa ingin tahu akhirnya mendapatkan nilai lebih tinggi daripada rekan mereka yang tidak penasaran.

Ada bukti lainnya lagi. Satu kelompok orangutan yang ditempatkan di sebuah pulau di tengah sungai menemukan 18 cara baru untuk mendapatkan air atau mengeluarkan barang darinya. Hal ini hampir tidak bisa ditemui di alam liar karena biasanya mereka justru menghindari air yang mengalir.

Orangutan liar belajar hampir semua ketrampilan mereka dengan meniru induk mereka. "Mereka tidak berkeliling dan penasaran dengan baerbagai hal," terang Damerius.

Ini masuk akal karena keingintahuan di dunia yang berbahaya akan membunuh mereka. Lebih efisien dan tidak terlalu berisiko jika mereka menerima isyarat dari kelompok mereka yang sudah berpengalaman. Akhirnya, orangutan melakukan kegiatannya dengan rutin dan tidak fokus pada inovasi sama sekali.

Baca juga : Spesies Orangutan Paling Langka di Dunia Ada di Indonesia, Ini Rupanya

Lalu, mengapa di penangkaran hewan justru mendapatkan ketrampilan yang tidak miliki oleh kawanannya di alam liar?

Van Schaik pun menyimpulkan jika di penangkaran, orangutan berada dalam lingkungan yang aman dan stabil tanpa gangguan kelaparan dan predator.

Ini memberi mereka waktu dan kesempatan untuk mengeksplorasi. Mereka juga bertemu dengan manusia yang menjadi model peran seperti yang dilakukan induk di alam bebas.

Itu mungkin kenapa orangutan yang ada di penangkaran lebih cerdas dibandingkan yang berada di alam liar. Di penangkaran, mereka memilki kemampuan bervariasi untuk memecahkan masalah mereka.

Temuan ini tentunya menjadi hal yang menarik bukan hanya karena subyek rasa ingin tahu hewan yang jarang dipelajari, tetapi perilaku kera ini pun juga bisa memberikan pandangan baru untuk memahami evolusi manusia.

"Nenek moyang kita telah mengembangkan otak besar, tubuh tegak serta penggunaan alat-alat dasar sebelum mereka mengembangkan bahasa, seni dan inovasi budaya yang lebih canggih lainnya. Apa yang memicu semua itu mungkin ada kaitannya dengan keingintahuan," kata van Schaik.

Itu semua, menurut Allison Kaufman dari peneliti University of Connecticut, tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya lingkungan yang tepat.

"Seperti orangutan, kreativitas manusia hanya berkembang di lingkungan yang tepat. Sulit diciptakan tanpa alat, waktu dan kondisi yang stabil," kata Kaufman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Kemerdekaan Ke-77 RI, Sejarah Teks Proklamasi yang Dibacakan Soekarno

Hari Kemerdekaan Ke-77 RI, Sejarah Teks Proklamasi yang Dibacakan Soekarno

Oh Begitu
Lomba 17 Agustus Sering Bikin Cedera, Ini Pesan Dokter untuk Menghindari Cedera

Lomba 17 Agustus Sering Bikin Cedera, Ini Pesan Dokter untuk Menghindari Cedera

Oh Begitu
Bunga Bangkai Mekar di Bekasi Sejenis Suweg, Tanaman Apa Itu?

Bunga Bangkai Mekar di Bekasi Sejenis Suweg, Tanaman Apa Itu?

Oh Begitu
Lapisan Es Antartika Meleleh Lebih Cepat, Begini Penampakannya

Lapisan Es Antartika Meleleh Lebih Cepat, Begini Penampakannya

Fenomena
Bagaimana Dinosaurus Mampu Menopang Tubuh Raksasanya?

Bagaimana Dinosaurus Mampu Menopang Tubuh Raksasanya?

Fenomena
Apakah Gigitan Lintah Berbahaya?

Apakah Gigitan Lintah Berbahaya?

Kita
Perubahan Iklim Perburuk Penyebaran Penyakit Menular pada Manusia

Perubahan Iklim Perburuk Penyebaran Penyakit Menular pada Manusia

Oh Begitu
Vaksin Baru Covid-19 Diklaim Bisa Lawan Dua Varian Virus Corona, Disetujui di Inggris

Vaksin Baru Covid-19 Diklaim Bisa Lawan Dua Varian Virus Corona, Disetujui di Inggris

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Belalang Bisa Mencium Sel Kanker Manusia | Virus Cacar Monyet Ditemukan pada Sampel Dubur | Ancaman Jakarta Tenggelam

[POPULER SAINS] Belalang Bisa Mencium Sel Kanker Manusia | Virus Cacar Monyet Ditemukan pada Sampel Dubur | Ancaman Jakarta Tenggelam

Oh Begitu
Setelah Peristiwa Jatuhnya Roket China di Indonesia

Setelah Peristiwa Jatuhnya Roket China di Indonesia

Fenomena
Cara Mencegah Tomcat Masuk Rumah Menurut Pakar

Cara Mencegah Tomcat Masuk Rumah Menurut Pakar

Oh Begitu
Status Konservasi Monyet Ekor Panjang Terancam Berbahaya Risiko Kepunahan

Status Konservasi Monyet Ekor Panjang Terancam Berbahaya Risiko Kepunahan

Oh Begitu
Ikan Channa Maru, Ikan Gabus Predator Primitif Bercorak Indah

Ikan Channa Maru, Ikan Gabus Predator Primitif Bercorak Indah

Fenomena
Berencana Bikin Bangunan di Luar Angkasa, Ahli Kembangkan Semen Khusus

Berencana Bikin Bangunan di Luar Angkasa, Ahli Kembangkan Semen Khusus

Oh Begitu
Pertama Kalinya, Infeksi Cacar Monyet Ditemukan pada Anjing di Perancis

Pertama Kalinya, Infeksi Cacar Monyet Ditemukan pada Anjing di Perancis

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.