WHO: "Penyakit X" Bisa Sebabkan Epidemi Global - Kompas.com

WHO: "Penyakit X" Bisa Sebabkan Epidemi Global

Kompas.com - 12/03/2018, 17:00 WIB
WHO menyatakan status darurat global terkait penyebaran virus ebolaBBC WHO menyatakan status darurat global terkait penyebaran virus ebola

KOMPAS.com - Baru-baru ini, organisasi kesehatan dunia ( WHO) telah menambahkan sebuah penyakit msterius ke dalam daftar virus yang dikhawatirkan menjadi epidemi global di masa depan. Penyakit ini disebut dengan "penyakit X".

Daftar yang dirilis oleh WHO tersebut berisi penyakit-penyakit yang berpotensi menjadi epidemi di seluruh dunia, padahal pengobatannya masih terbatas. Beberapa di antaranya adalah Ebola, Zika, demam Lassa, sindrom pernapasan akut parah (Sars).

Semua penyakit tersebut pernah mewabah di tahun-tahun sebelumnya. Contohnya wabah virus Zika pada 2015-2016 lalu.

Namun, bukan itu yang menjadi perhatian. Melainkan "penyakit X" yang masuk ke dalam daftar tersebut pada Februari lalu.

Baca juga: WHO Setujui Vaksin Baru untuk Tifus yang Efektif dan Murah

Sebenarnya, penyakit tersebut bukanlah ancaman yang baru saja ditemukan. Tapi menurut hipotesis, penyakit ini bisa berpotensi muncul di masa depan dan menginfeksi banyak orang di seluruh dunia.

"Penyakit X mewakili pengetahuan bahwa epidemi internasional yang serius bisa disebabkan oleh patogen yang sekarang belum diketahui menyebabkan penyakit manusia," kata WHo dikutip dari The Independent, Minggu (11/03/2018).

Melihat potensi epidemi yang cukup besar ini, WHO telah menambah petugas medis yang merencanakan perawatan yang diperlukan.

"Kesiapan penelitian dan pengembangan yang relevan untuk penyakit X yang belum diketahui, harus dilakukan sejauh mungkin," katanya.

"Sejarah mengatakan kepada kita bahwa kemungkinan wabah besar berikutnya akan menjadi sesuatu yang belum pernah kita lihat," kata John-Arne Rottingen, kepala eksekutif Dewan Riset Norwegia.

Rottingen yang juga penasehat ilmiah untuk komite WHO menyabh, memang aneh menambahkan penyakit tersebut dalam daftar WHO.

"Tapi intinya adalah memastikan kita mempersiapkan dan merencanakan secara fleksibel dalam hal vaksin dan tes diagnostik," ungkapnya.

"Kami ingin melihat perkembangan platform 'plug and play' yang bekerja pada setiap atau sejumlah besar penyakit. Sistem ini memungkinkan kita membuat tindakan balasan dengan kecapatan tinggi," imbuhnya.

Baca juga: WHO Akan Tetapkan Kecanduan Video Game Sebagai Penyakit Mental

Rottingen juga menjelaskan bahwa penyakit X bisa berasal dari berbagai sumber.
Menurutnya, kemungkinan besar berkembang melalui transmisi zoonosis. Artinya, penyakit menular yang biasa mengenai hewan melompat pada manusia.

Contohnya adalah penyakit sapi gila. Awalnya, penyakit ini hanya menjangkiti sapi tapi ternyata juga bisa melompat pada manusia.

Infeksi Ebola, salmonela, dan HIV pun merupakan jenis penyakit yang berkembang melalui transmisi zoonosis. Mereka diperkirakan beralik ke manusia dari simpanse dan monyet lain pada awal abad 20.

"Seiring ekosistem dan habitat manusia yang berubah, selalu ada risiko penyakit yang meloncat dari hewan ke manusia," ujarnya.

"Ini adalah proses alami dan sangat penting untuk disadari dan disiapkan. Ini mungkin mempunyai risiko yang sangat besar," tambahnya.


Komentar
Close Ads X