Kompas.com - 07/03/2018, 08:05 WIB
Schistosoma penyakit mematikan. Penampakan cacing pipih bila dilihat dari mikroskop. Schistosoma penyakit mematikan. Penampakan cacing pipih bila dilihat dari mikroskop.

   

KOMPAS.com -- 17 orang asal Belanda secara sukarela menjadi “kelinci percobaan” dalam riset penciptaan vaksin bagi penyakit schistosomiasis atau demam bilharzia. Para relawan bersedia tubuhnya ditinggali cacing parasit selama 12 minggu dengan kompensasi sebesar 1.200 dolar AS atau sekitar Rp 16,5 juta.

“Kedengarannya ini aneh dan gila. Ide menyuntikkan cacing supaya tumbuh di dalam diri Anda terdengar buruk,” kata Meta Roestenberg, ketua peneliti sekaligus dokter penyakit menular dari Pusat Kesehatan Universitas Leiden dilansir dari NYTimes, Senin (5/3/2018).

Schistosomiasis adalah penyakit mematikan yang memakan 200 juta jiwa per tahun, termasuk ribuan di kawasan Sahara Afrika dan Amerika Selatan.

Penyebab penyakit ini adalah larva yang mendiami cangkang siput di danau air tawar pada malam hari. Pada siang hari, larva Schistosoma mansoni berkeliaran di air. Saat itulah, larva bisa menyusup ke bak mandi atau ke kulit nelayan yang berkubang di air.

Baca juga : Kasus Langka, Dokter Temukan Cacing Pita dan Ribuan Telur di Mata Pria

Larva yang menetap di tubuh manusia akan berkembang menjadi cacing dewasa jantan dan betina. Mereka akan kawin dan menghasilkan ratusan telur setiap hari. Telur-telur tersebut dikhawatirkan bisa tertinggal di hati atau kandung kemih.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Akibatnya, imunitas tubuh menurun hingga berujung rasa sakit kronis, demam, perdarahan, dan kegagalan organ tubuh. Selain itu, timbul infeksi ginekologis yang akan memicu kenaikan risiko HIV.

Roestenberg menambahkan, upaya penciptaan vaksin melalui uji coba yang mengorbankan 17 orang tersebut dianggap tidak terlalu berisiko dibandingkan manfaat yang kelak diperoleh.

Pasalnya sejauh ini, baru ada dua vaksin untuk penyakit ini yang boleh diujikan ke manusia, dan keduanya masih tahap awal.

Baca juga : Ngeri tapi Nyata, Wanita Ini Temukan 14 Cacing Parasit dalam Matanya

Vaksin yang didapat nantinya akan bermanfaat dalam menekan jumlah penduduk miskin di dunia yang terjangkit penyakit tersebut. Kendati demikian, eksperimen tersebut menimbulkan perdebatan. Ada peneliti yang tidak sepakat lantaran khawatir dengan nasib para relawan.

Halaman:


Sumber NY Times
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.